sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah perairan Banyuwangi.
Peringatan ini merupakan perpanjangan dari peringatan sebelumnya yang berlaku sejak Selasa (20/1) hingga Sabtu (24/1), dan kini diperpanjang hingga Rabu (28/1).
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Banyuwangi berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Namun, kondisi laut diprediksi semakin memburuk pada Selasa (27/1) dan Rabu (28/1).
Pada periode tersebut, tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 2,5 meter sampai 4,0 meter, terutama di perairan selatan Banyuwangi serta Selat Bali bagian selatan.
Dipengaruhi Dinamika Atmosfer Samudera Hindia
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Aryo, menjelaskan bahwa peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer di wilayah Samudera Hindia yang berdampak langsung pada perairan selatan Jawa, termasuk Banyuwangi.
“Selain gelombang tinggi, kondisi cuaca di wilayah perairan juga diprakirakan disertai hujan sedang hingga hujan yang dapat disertai petir,” jelas Ibnu Aryo.
Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran dan kegiatan masyarakat pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam cuaca ekstrem.
Risiko bagi Nelayan hingga Kapal Ferry
BMKG Banyuwangi juga merinci potensi risiko terhadap berbagai jenis sarana pelayaran.
Perahu nelayan dinilai berisiko apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin melampaui 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Adapun kapal ferry dinyatakan berisiko jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah perairan Banyuwangi.
Peringatan ini merupakan perpanjangan dari peringatan sebelumnya yang berlaku sejak Selasa (20/1) hingga Sabtu (24/1), dan kini diperpanjang hingga Rabu (28/1).
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Banyuwangi berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Namun, kondisi laut diprediksi semakin memburuk pada Selasa (27/1) dan Rabu (28/1).
Pada periode tersebut, tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 2,5 meter sampai 4,0 meter, terutama di perairan selatan Banyuwangi serta Selat Bali bagian selatan.
Dipengaruhi Dinamika Atmosfer Samudera Hindia
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Aryo, menjelaskan bahwa peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer di wilayah Samudera Hindia yang berdampak langsung pada perairan selatan Jawa, termasuk Banyuwangi.
“Selain gelombang tinggi, kondisi cuaca di wilayah perairan juga diprakirakan disertai hujan sedang hingga hujan yang dapat disertai petir,” jelas Ibnu Aryo.
Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran dan kegiatan masyarakat pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam cuaca ekstrem.
Risiko bagi Nelayan hingga Kapal Ferry
BMKG Banyuwangi juga merinci potensi risiko terhadap berbagai jenis sarana pelayaran.
Perahu nelayan dinilai berisiko apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin melampaui 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Adapun kapal ferry dinyatakan berisiko jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.








