Bocah SD Sikat 1,7 Kg Perhiasan

0
2268
ANAK-ANAK: Komplotan bocah pembobol toko emas dengan barang bukti perhiasan di Mapolsek Purwoharjo kemarin.

Masuk Toko Emas Lewat Genting

PURWOHARJO – Komplotan maling beraksi di toko emas Sumber Rezeki di pasar Dusun Curah Jati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Ironisnya, para pelaku yang menggasak 1,7 kilogram perhiasan berbahan perak itu masih kategori anak-anak. Sejak ditangkap Selasa lalu (15/5), mereka masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Purwoharjo hingga kemarin (16/5).

Plafon di tempat kejadian perkara (TKP) terlihat jebol. Sebagian genting di toko tersebut juga tidak ada di tempat. Melihat hal itu, polisi men duga  komplotan maling tersebut masuk melalui genting. Selain itu, polisi men duga pelaku berbadan kurus. Sebab, usai olah TKP, tidak ada satu pun kayu (reng) penopang genting rusak. Tembok di sekeliling toko juga tidak ada yang jebol.

Dugaan polisi itu bisa dibuktikan. Tetapi, yang bikin polisi geleng-geleng adalah komplotan maling yang diduga kelas kakap itu ternyata masih pelajar. Bahkan, salah satu tersangka masih kelas dua SD. Dia adalah JP, 9, asal Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo. Tersangka lain berinisial AH, 14, asal Desa Grajagan. Dia siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kecamatan Purwoharjo.

Tiga rekannya dinyatakan sebagai saksi. Mereka adalah AL,14, WR, 15, dan DK, 17. Kelima bocah tersebut termasuk anak didik panti asuhan di desa setempat. Pembobolan toko emas milik Sugiyanto, 45, warga Dusun Dam Buntung, Desa Kedungasri, Kecamatan Purwoharjo, itu terjadi sekitar pukul 01.00 Minggu pekan lalu (6/5). Namun, pemilik toko baru melaporkan kasus tersebut keesokan hari, yakni Senin lalu (7/5) usai membuka toko. Sebab, pada hari Minggu toko tersebut tutup.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Curi Kayu Jati, Warga Banyuwangi dan Surabaya Diciduk Polisi