Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Cerita Ressa Mamanya Tak Dibukakan Pintu Saat Temui Denada di Jakarta

cerita-ressa-mamanya-tak-dibukakan-pintu-saat-temui-denada-di-jakarta
Cerita Ressa Mamanya Tak Dibukakan Pintu Saat Temui Denada di Jakarta

detik.com

Banyuwangi

Salah satu kuasa hukum Al Ressa Rizky Rossano, pemuda yang mengugat Denada agar mengakuinya sebagai anak kandung mengungkapkan tentang salah satu unek-unek Denada yang tidak sesuai dengan kenyataan yang telah terjadi. Yakni soal keinginan Denada untuk berkomunikasi intens dengan Ressa.

Ronald Armada, Kuasa hukum Ressa mengungkapkan bagaimana dalam mediasi yang digelar Kamis (15/1), Denada melalui kuasa hukumnya sempat menyampaikan niatnya berkomunikasi lebih intens setelah mediasi tapi menolak seluruh klausul ganti rugi dari Ressa.

“Memang forum mediasi itu tertutup. Tapi pertama, legal standing penerimaan kuasa mediasi belum ada tetapi sudah menyampaikan unek-unek yang disampaikan Denada. Intinya ‘(Denada) mau membuka pintu, mau berkomunikasi secara intens, padahal selama ini komunikasi itu sudah terjalin,’” ujar Ronald.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Padahal, secara faktual, seperti yang Ressa bilang, ‘ibu saya itu datang ke Jakarta, datang ke rumahnya (Denada) tidak dibukakan pintu. 3,5 jam berdiri di depan rumahnya tidak dipersilakan masuk di ruang tamunya,’” sambungnya.

Ronald menyampaikan cerita tentang ibu angkat Ressa sekaligus adik ipar Almarhumah Emilia Contessa (ibu kandung Denada), Ratih Puspita Dewi yang biasa dipanggil Mama oleh Ressa, yang telah merawat Ressa sejak bayi hingga berusia 24 tahun.

“Padahal,” lanjut Ronald, “sudah diberitahukan kepada Denada, ‘ini lho, Om (suami Ratih) datang ke sini, lho.’ Ndak pernah dibukakan pintu. Padahal tujuannya bukan meminta uang ya, bukan meminta uang. Itu poin yang paling penting,” ujar Ronald dengan nada berapi-api.

Ressa sendiri, dalam kesempatan yang berbeda ketika bersama Ratih, ibu angkatnya mengatakan bahwa sebenarnya yang dia butuhkan adalah pengakuan bahwa dirinya adalah anak kandung Denada. Tapi karena saat ini gugatan sudah bergulir di pengadilan, dia butuh pengakuan yang juga disahkan secara hukum.

“Kalau dari saya sendiri oke (bila Denada datang dan mengakuinya sebagai anak), tapi kan harus dari pengadilan secara resmi kalau aku diakui (sebagai anak). Bukan mau pansos, bukan. Nggak ada itu, jauh. Cuma pengen pengakuan,” ujar Ressa.

Ressa mengungkapkan bahwa selama 24 tahun dia tidak tahu siapa sebenarnya dirinya. Hingga dia mencari-cari tahu sendiri dan menemukan fakta bahwa dia adalah anak dari Denada Tambunan. Dia pun merasa sakit hati karena merasa ditelantarkan.

“Selama ini saya cari-cari tahu sendiri. Capeknya, sudah merasakan sakit hatinya, cari tahu sendiri. Bayarannya (atas rasa sakit hati penelantaran itu) kalau dari aku sendiri ya pengakuan itu. Tapi dari pengadilan juga harus, secara tertulis,” kata Ressa.

Ratih yang mendampingi Ressa saat menyampaikan ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan atau memberi tahu siapa sebenarnya orang tua Ressa. Bahkan hingga usia Ressa sudah 24 tahun.

“Saya nggak pernah ngucap, sampai sekarang pun saya nggak pernah memberi tahu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Denada yang ditugaskan untuk menghadiri mediasi, Muhammad Ikbal menyebutkan bahwa Denada tidak mempermasalahkan jika proses hukum harus berlanjut ke persidangan.

“Ya kalau nggak ketemu mediasi lagi dan sidang nggak papa,” tambahnya.

Hasil mediasi pada 15 Januari selama 30 menit itu tidak ditemukan titik temu antara kedua belah pihak. Mediasi akan dilanjutkan pada agenda kedua pekan depan. Namun menurut Ikbal mewakili Denada, tidak ada mediasi lanjutan. Komunikasi akan dilakukan via telepon.

“Tidak ada mediasi lagi ya nanti. By phone mediasinya,” terang Ikbal.

Sekadar mengingatkan, Al Ressa Rizky Rossano mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan klaim sebagai anak biologis Denada. Gugatan itu disertai tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil dengan total nilai mencapai Rp 7 miliar.

20D

(ihc/dpe)