detik.com
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memuji kualitas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Banyuwangi saat melakukan peninjauan, Selasa (3/2/2026). Ia menilai bangunan pabrik es di kawasan tersebut dikerjakan dengan standar yang sangat baik.
KNMP Banyuwangi mengusung tema kuliner dengan desain joglo Osing yang kental pada detail arsitektur, termasuk ukiran batik gajah oling di area sentra kuliner. Konsep ini memadukan kearifan lokal dengan penguatan ekosistem perikanan.
“Duh ini bagus banget, lihat dindingnya halus lantainya saja bisa licin gini. Bagus sekali ini bangunan pabriknya, ini cool storage kan? Yang bener ya seperti ini,” tukas Trenggono usai meninjau langsung pabrik pembuatan es batu di KNMP Banyuwangi, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai kualitas pekerjaan di KNMP Banyuwangi menjadi contoh yang baik dalam pembangunan kampung nelayan di daerah lain.
“Saya rasa di sini bagus ya, kualitas pekerjaannya juga bagus saya rasa di sini kontraktornya bagus ya, beda dengan saya lihat di beberapa kampung nelayan sebelumnya,” tegasnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga mengaku puas dengan hasil dari pembangunan KNMP di Kelurahan Lateng tersebut. Ipuk menyebut, ekosistem yang telah di bangun di KNMP Banyuwangi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Lateng dan Banyuwangi.
“Alhamdulillah Pak Menteri senang dengan konsep kampung nelayan merah putih Banyuwangi, hasilnya juga bagus. Dan kami juga berterima kasih pada Pak Menteri karena ini juga bagian dari membangun ekosistem di kelurahan Lateng ini, mudah-mudahan ini menjadi destinasi baru dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dan bagi Banyuwangi,” ungkap Ipuk.
“Karena ini ekosistem, jadi kami tidak hanya fokus ke perikanannya tapi juga sudah membangun hilirisasi dari kampung nelayan merah putih,” tambahnya.
KNMP Banyuwangi telah rampung 100%. Meski demikian ada sejumlah catatan yang harus dibereskan kontraktor untuk pengerjaan KNMP agar lebih sempurna. Rendra Kurnia, Koordinator Pelaksana KNMP Banyuwangi menyebutkan dari hasil catatan Menteri KKP hanya ada satu poin pembenahan yakni selasar atap sentra kuliner yang harus diberikan plafon.
“Dari catatan beliau untuk atap teras itu diminta untuk ditutup plafon, karena untuk desainnya memang ada plafonnya jadi biar lebih rapi,” terang Rendra.
Pada pembangunan tahap 1 ini, Rendra menyebut proyek pembangunan KNMP Banyuwangi menghabiskan anggaran sebesar Rp 10,4 miliar dengan target penyelesaian pembangunan sesuai tenggat yang ditargetkan yakni pada awal tahun 2026.
(auh/abq)








