Banyuwangi, Jurnalnews.com – Upaya rehabilitasi pesisir terus digencarkan di wilayah Labuhan Lalang, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Sosialisasi kegiatan penanaman cemara udang dan mangrove yang digelar Kamis sore, 26 Februari 2026, mengundang antusias warga sekitar pantai yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Labuhan Lalang Lestari.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Kepala Desa Bengkak, penyuluh dari Dinas Cabang Kehutanan Banyuwangi dan Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud. Sosialisasi menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
Kasi RLPM Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Banyuwangi, Mahmud, menjelaskan bahwa KTH Labuhan Lalang Lestari telah dibina sejak tahun 2023. Meski pembinaan belum sepenuhnya optimal, dukungan berupa bantuan bibit terus diupayakan setiap tahun agar roda organisasi tetap berjalan.
“Kalau setiap tahun ada kegiatan, berarti secara kelembagaan masyarakat itu terus bergerak. Itu yang penting, supaya kelompok ini tetap hidup dan berkembang,” jelas Mahmud.
Ia juga menyoroti besarnya potensi pesisir Wongsorejo untuk direhabilitasi dan dikembangkan. Menurutnya, kawasan pantai di wilayah ini tidak hanya berfungsi sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga berpeluang menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat. Jika dikelola dengan baik, sektor UMKM warga pun bisa ikut tumbuh.
Senada dengan itu, Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud berharap kawasan Labuhan Lalang ke depan mampu menjelma menjadi destinasi wisata baru. Dengan bentang lahan yang luas dan potensi alam yang menjanjikan, ia optimistis kawasan tersebut bisa berkembang pesat.
“Lokasinya luas. Mudah-mudahan ke depan bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Tapi kunci keberhasilannya ada pada kekompakan masyarakat. Kalau masyarakatnya tidak kompak, tentu sulit terwujud,” ujarnya.
Mahfud juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejalan dengan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digaungkan pemerintah pusat dan Kabupaten Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa semangat Banyuwangi Asri harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam pengelolaan sampah.
“ASRI itu aman, sehat, resik dan indah. Tolong jaga sampah di sini, terutama sampah plastik. Sampah plastik bisa diolah dan punya nilai jual, jangan dibuang sembarangan. Pisahkan organik dan anorganik,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi teknis penanaman serta diskusi bersama warga di Sekretariat KTH Labuhan Lalang Lestari. Melalui sinergi pemerintah dan masyarakat, rehabilitasi pesisir diharapkan tak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. (Venus Hadi)







