Daging 20 Kresek Dibagi untuk 78 KK

0
462

dagimgTidak semua warga Bumi Blambangan bisa menikmati daging di Hari Raya Idul Adha kali ini. Seperti dialami 78 kepala keluarga (KK) di RT 02, RW 03, Kampung Pantaisari, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. WILAYAH RT 2, RW 3, Lingkungan Pantaisari, Kelurahan Pakis, termasuk daerah yang terpencil. Sebelah timur perkampungan yang dihuni sekitar 78 KK itu berupa lautan. Di bagian selatan, utara, dan barat, berupa sawah dan kebun kelapa. Menuju perkampungan tersebut, kita harus melewati jalan tanah.

Meski perumahan penduduk itu sebagian besar sudah besertifikat dan hak milik, tapi Pemkab Banyuwangi belum sempat memperbaiki jalan ke lokasi itu. “Kalau hujan biasanya banjir dan air masuk ke rumah,” terang Boimin, warga RT 2, Lingkungan Pantaisari. Dari 78 KK yang ada di daerah tersebut, sebagian besar bangunan rumahnya sudah permanen. Tetapi, masih banyak yang berdinding gedek (anyaman bambu). “Warga di kampung ini sebagian besar buruh dan nelayan.

Kalau tidak dapat ikan dari laut, ya sulit makan,” sebut Boimin. Meski warga daerah ini mayoritas kurang mampu, tapi di tengah perumahan penduduk itu berdiri sebuah masjid yang cukup besar dan megah Warga biasanya melaksanakan salat berjamaah dan salat Idul Adha di masjid itu. “Tiga tahun ini di masjid tidak ada penyembelihan hewan kurban,” cetus Sunoto, warga Kampung Pantaisari. Terakhir, warga di kampung tersebut menyembelih hewan kurban tiga tahun lalu. Saat itu ada warga yang berkurban tiga ekor kambing. Daging ketiga ekor kambing itu dibagikan 78 KK. “Idul Adhakali ini tidak ada yang kurban,” sebutnya.

Meski tidak ada warga yang berkurban, se bagian warga di kampung ini masih beruntung. Mereka, mendapatkan daging kurban kiriman kampung tetangga. “Kami da pat kiriman dari Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Pakis, tapi jumlahnya tidak sebanding jumlah warga,” sebut Ketua RT 2 Pantaisari, Sahlani. Karena tidak ada warga yang berkurban, Sahlani berupaya keras minta bantuan dari kampung tetangga. Tahun ini, dia baru mendapat daging 20 kantong plastik.

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas

“Saya tadi mendapat kiriman daging 20 kantong plastik. Itu jelas tidak cukup bila dibagikan semua warga,” katanya. Agar pembagian daging merata, Sahlani terpaksa membongkar kembali daging 20 kantong plastik itu. Daging itu ditakar lagi. “Sebanyak 20 kresek daging kurban itu aku kurangi hingga bisa menjadi 30 paket daging,” sebutnya. Sahlani mengaku, 30 kresek daging itu tetap belum cukup. Sebab, di kampungnya ada 78 KK. Akhirnya, demi keadilan, 30 kresek daging itu diberikan kepada warga miskin, janda, dan para duda. “Kita berikan kepada warga tertentu saja,” katanya. (radar)