Darurat Virus Maut HIV/AIDS

0
502

BANYUWANGI – Persebaran penderita HIV/AIDS di Banyuwangi benar-benar mencapai tahap mengkhawatirkan. Sejak kasus pertama ditemukan pada 1999, jumlah pengidap virus mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia tersebut telah mencapai 2.358 jiwa pada akhir Juli 2015 lalu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Berdasar jumlah tersebut, sebanyak 337 orang di antaranya telah meninggal dunia. Penyandang HIV/AIDS yang masih hidup didominasi mereka yang berada di kelompok usia 26 tahun sampai 30 tahun.  Hal itu terungkap saat Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar rapat kerja (raker) Dinas Kesehatan.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan instansi terkait lain kemarin (8/9). Mengingat tingginya jumlah pengidap HIV/AIDS di Bumi Blambangan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen memprioritaskan penanganan masalah tersebut.

Bupati Anas mengatakan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan secara sektoral, tapi harus dilakukan secara komprehensif. Penanganan HIV/AIDS dilakukan komprehensif mulai aspek promotii, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Oleh karena itu, upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS di Banyuwangi diintegrasikan Dinkes, KPA. dan berbagai instansi terkait lain, termasuk Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last