sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraam di jalan raya Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Kamis (22/1/2026), memaksa aparat mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi kendaraan serta korban yang terjepit di dalam kabin truk.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari polresta Banyuwangi Basarnas Banyuwangi, Damkarmat, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi.
Upaya awal dilakukan oleh tim Damkarmat dengan mencoba memisahkan dua truk yang saling menghimpit akibat tabrakan ”adu banteng”.
Satu unit truk besar dilengkapi pengait di bagian belakang digunakan untuk menarik truk bermuatan sisa material bangunan agar ruang evakuasi dapat terbuka.
Sekitar pukul 14.20, tim Basarnas Banyuwangi tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan terhadap pengemudi truk bermuatan sisa material bangunan yang masih terjepit di balik kemudi.
Proses penyelamatan berlangsung lebih dari satu jam dengan menggunakan peralatan khusus ekstrikasi.
Prahista, salah satu petugas Basarnas Banyuwangi yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa korban berada dalam posisi terjepit sehingga tidak memungkinkan untuk dikeluarkan secara manual.
“Kami mengeluarkan korban yang posisinya terjepit dengan menggunakan alat evakuasi ekstrikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim gabungan terpaksa memotong bagian depan truk yang ringsek parah dengan ekstrikasi untuk membuka akses ke tubuh korban.
“Pemotongan bagian depan kendaraan dilakukan karena posisi korban benar-benar terjepit, sehingga harus dilakukan agar korban bisa dikeluarkan,” tambahnya.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis.
Setelah bagian depan truk dipotong, bodi kendaraan yang ringsek kemudian ditarik menggunakan tali tambang agar ruang semakin terbuka.
Upaya tersebut dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko tambahan terhadap korban.
Hingga menjelang pukul 16.00 WIB, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam kabin.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraam di jalan raya Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Kamis (22/1/2026), memaksa aparat mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi kendaraan serta korban yang terjepit di dalam kabin truk.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari polresta Banyuwangi Basarnas Banyuwangi, Damkarmat, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi.
Upaya awal dilakukan oleh tim Damkarmat dengan mencoba memisahkan dua truk yang saling menghimpit akibat tabrakan ”adu banteng”.
Satu unit truk besar dilengkapi pengait di bagian belakang digunakan untuk menarik truk bermuatan sisa material bangunan agar ruang evakuasi dapat terbuka.
Sekitar pukul 14.20, tim Basarnas Banyuwangi tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan terhadap pengemudi truk bermuatan sisa material bangunan yang masih terjepit di balik kemudi.
Proses penyelamatan berlangsung lebih dari satu jam dengan menggunakan peralatan khusus ekstrikasi.
Prahista, salah satu petugas Basarnas Banyuwangi yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa korban berada dalam posisi terjepit sehingga tidak memungkinkan untuk dikeluarkan secara manual.
“Kami mengeluarkan korban yang posisinya terjepit dengan menggunakan alat evakuasi ekstrikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim gabungan terpaksa memotong bagian depan truk yang ringsek parah dengan ekstrikasi untuk membuka akses ke tubuh korban.
“Pemotongan bagian depan kendaraan dilakukan karena posisi korban benar-benar terjepit, sehingga harus dilakukan agar korban bisa dikeluarkan,” tambahnya.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis.
Setelah bagian depan truk dipotong, bodi kendaraan yang ringsek kemudian ditarik menggunakan tali tambang agar ruang semakin terbuka.
Upaya tersebut dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko tambahan terhadap korban.
Hingga menjelang pukul 16.00 WIB, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam kabin.








