Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Diduga Perkedel Tahu MBG Jadi Penyebab Keracunan Massal, 162 Siswa dan Guru di Ketapang Alami Mual Muntah

diduga-perkedel-tahu-mbg-jadi-penyebab-keracunan-massal,-162-siswa-dan-guru-di-ketapang-alami-mual-muntah
Diduga Perkedel Tahu MBG Jadi Penyebab Keracunan Massal, 162 Siswa dan Guru di Ketapang Alami Mual Muntah

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami mual, muntah, dan lemas usai menyantap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan sementara, menu perkedel tahu menjadi pemicu insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi (5/2/2026), meski menu MBG tersebut sebenarnya didistribusikan sehari sebelumnya, Rabu (4/2/2026).

Dampaknya baru dirasakan secara masif keesokan harinya, ditandai dengan banyaknya siswa yang tidak masuk sekolah.

Dilansir dari jurnalborneo.com, Kepala Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari sekolah-sekolah di Kecamatan Marau pada Kamis pagi.

“Iya benar, beberapa siswa dan guru mengalami mual, muntah, dan lemas setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin,” kata Agus kepada Jurnalborneo, Kamis (5/2/2026).

Menu MBG Diduga Jadi Pemicu

Agus menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding.

Dari hasil penelusuran awal, perkedel tahu diduga kuat menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.

“Dugaan sementara mengarah ke menu perkedel tahu. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Menurut Agus, laporan baru diterima pada Kamis pagi karena banyak siswa tidak hadir di sekolah akibat kondisi tubuh yang melemah setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Sebagai langkah antisipasi, distribusi menu MBG di wilayah Kecamatan Marau langsung dihentikan sementara. Fokus utama diarahkan pada penanganan medis terhadap siswa dan guru yang terdampak.

“Untuk hari ini distribusi MBG kami hentikan sementara. Prioritas kami adalah penanganan siswa yang sedang dirawat,” jelas Agus.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading, yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari, juga diberhentikan operasionalnya sementara waktu.


Page 2

SPPG tersebut diketahui mulai beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani 1.859 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Marau.

“SPPG kami hentikan sementara hingga hasil uji laboratorium dan pemeriksaan sampel makanan keluar,” tegasnya.

162 Orang Terdampak, Dirawat di Puskesmas

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, jumlah korban yang terdampak mencapai 162 orang, terdiri dari siswa dan guru.

Sebagian di antaranya menjalani perawatan di Puskesmas Marau, sementara lainnya mendapatkan penanganan medis rawat jalan.

Agus memastikan seluruh biaya pengobatan siswa dan guru yang terdampak akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak MBG dan pengelola SPPG.

“Kami fokus pada pengobatan dan pendataan anak-anak yang dirawat. Seluruh biaya pengobatan kami tanggung,” ujarnya.

Permintaan Maaf dan Evaluasi Menyeluruh

Atas kejadian ini, Agus Kurniawi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua yang terdampak.

“Saya selaku Kepala MBG Region Kalbar dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah, siswa, dan orang tua. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius ke depan,” ucapnya.

Ia menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan makanan, distribusi, hingga standar kebersihan dan keamanan pangan.

Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan akan memberikan informasi lanjutan setelah hasil uji laboratorium resmi diterbitkan.

Redaksi masih terus memantau perkembangan kasus ini dan akan menyajikan update terbaru seiring bertambahnya informasi dari pihak terkait. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Ratusan siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami mual, muntah, dan lemas usai menyantap menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan sementara, menu perkedel tahu menjadi pemicu insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi (5/2/2026), meski menu MBG tersebut sebenarnya didistribusikan sehari sebelumnya, Rabu (4/2/2026).

Dampaknya baru dirasakan secara masif keesokan harinya, ditandai dengan banyaknya siswa yang tidak masuk sekolah.

Dilansir dari jurnalborneo.com, Kepala Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari sekolah-sekolah di Kecamatan Marau pada Kamis pagi.

“Iya benar, beberapa siswa dan guru mengalami mual, muntah, dan lemas setelah menyantap menu MBG yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin,” kata Agus kepada Jurnalborneo, Kamis (5/2/2026).

Menu MBG Diduga Jadi Pemicu

Agus menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding.

Dari hasil penelusuran awal, perkedel tahu diduga kuat menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.

“Dugaan sementara mengarah ke menu perkedel tahu. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Menurut Agus, laporan baru diterima pada Kamis pagi karena banyak siswa tidak hadir di sekolah akibat kondisi tubuh yang melemah setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Distribusi MBG Dihentikan Sementara

Sebagai langkah antisipasi, distribusi menu MBG di wilayah Kecamatan Marau langsung dihentikan sementara. Fokus utama diarahkan pada penanganan medis terhadap siswa dan guru yang terdampak.

“Untuk hari ini distribusi MBG kami hentikan sementara. Prioritas kami adalah penanganan siswa yang sedang dirawat,” jelas Agus.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading, yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari, juga diberhentikan operasionalnya sementara waktu.