Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Diduga Stres Kambuh, Paman Dibacok Pakai Parang dan Clurit, Korban Mengalami Luka Parah

diduga-stres-kambuh,-paman-dibacok-pakai-parang-dan-clurit,-korban-mengalami-luka-parah
Diduga Stres Kambuh, Paman Dibacok Pakai Parang dan Clurit, Korban Mengalami Luka Parah
Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Warga Dusun Kepatihan, Desa/Kecamatan Cluring geger Selasa (5/12) siang. Salah satu warga yang memiliki gangguan kejiwaan, Sugiarto, 48, tiba-tiba mengamuk dengan membacok pamannya sendiri, Suharsono, 61. Aksi brutal itu terjadi sekitar pukul 11.30 di sekitar Masjid LDII 2.

Saat mengamuk, Sugiarto membawa parang dan celurit. Belum diketahui pasti penyebabnya, yang jelas korbannya Suharsono yang juga ketua RT 3, RW 4 Dusun Kepatihan, Desa Cluring mengalami luka bacok yang cukup parah pada pipi kanan, pundak kanan dan kiri, serta lengan tangan kanan. “Saat kejadian baru selesai salat duhur,” cetus Kepala Dusun Kepatihan, Desa Cluring, Ricki Aditama.

Ricki mengaku belum tahu pasti penyebab warganya yang mengamuk dengan membacok pamannya sendiri itu. Dari keterangan saksi, pelaku menyerang dan membacok dengan membabi buta. “Membacok dengan parang dan celurit,” katanya.

Baca Juga: BPVP Buka Talent Corner Banyuwangi Dalam Mendukung Peningkatan Produktivitas

Warga yang melihat kejadian itu, banyak yang menjerit histeris. Salah satu warga Yudo Pinanggih, 60, yang rumahnya berada di depan lokasi kejadian keluar dan menolong korban. “Saat itu Suharsono sudah terkapar dengan banyak luka bacokan di tubuhnya,” ujarnya.

Melihat korban yang tubuhnya sudah penuh dengan darah itu, Yudo Pinanggih langsung menolong Suharsono. Dengan membawa pentungan, mantan Komandan Polhutmobil Perhutani KPH Banyuwangi Selatan itu mengusir pelaku yang masih berada di sekitar lokasi. “Saya bawa pentungan untuk menakuti Sugiyono agar menjauh dari pamannya yang sudah terkapar,” terang Yudo Pinanggih.

Melihat Yudo membawa pentungan, ternyata pelaku itu takut dan kabur ke arah barat dan selatan sambil membawa parang dan celurit. Sejumlah pemuda sekitar, berusaha menangkap Sugiyono dengan jaga di beberapa titik jalan keluar. “Sugiarto menghilang di sekitar kebun buah naga, oleh warga dijaga,” cetusnya.

Baca Juga: Gotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran yang Melahap Garasi Rumah Milik Distributor Alat Elektronik

Melihat Sugiartoo kabur, Yudo segera menolong Suharsono yang terluka cukup parah akibat sabetan celurit dan parang. Luka bacok itu di pipi sebelah kanan, pundak kanan dan kiri, serta pada lengan tangan kanan. Oleh warga, korban dilarikan ke  RS Graha Medika Gambiran. “Pak Suharsono masih sadar,” ungkapnya.

Menurut Yudo, pelaku yang juga masih keponakan korban itu memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan selama ini sering kambuh. Bahkan, ada warga yang pernah dipukuli tanpa alasan yang jelas. “Dulu pernah mengamuk, sekarang malah membacok pamannya,” ungkapnya.

Hingga sore hari, keberadaan Sugiarto masih belum diketahui. Polsek Cluring juga masih melakukan pengejaran pada pelaku. “Anggota masih mengejar pelaku,” kata Kapolsek Cluring, AKP Abdul Rohman.(gas/abi)

Sumber: Jawa Pos Radar Genteng