Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Donny Arsilo Sofyan, Camat Licin Penggerak Pariwisata Berbasis Budaya dan Alam Lestari: Dari Lereng Ijen, Licin Tumbuh sebagai Wajah Pariwisata

donny-arsilo-sofyan,-camat-licin-penggerak-pariwisata-berbasis-budaya-dan-alam-lestari:-dari-lereng-ijen,-licin-tumbuh-sebagai-wajah-pariwisata
Donny Arsilo Sofyan, Camat Licin Penggerak Pariwisata Berbasis Budaya dan Alam Lestari: Dari Lereng Ijen, Licin Tumbuh sebagai Wajah Pariwisata

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecamatan Licin kian menguat sebagai wajah pariwisata Banyuwangi yang bertumpu pada kekayaan alam dan akar budaya lokal.

Dari kawasan lereng Gunung Ijen hingga sentra kuliner tradisional, geliat pariwisata Licin tak lahir secara instan.

Ada peran besar Donny Arsilo Sofyan, SE, MM, yang konsisten menggerakkan pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Atas dedikasi tersebut, Donny dianugerahi Sunrise of Java Award (SOJ) 2026 oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam menjadikan Licin bukan sekadar daerah lintasan wisata, tetapi destinasi dengan identitas yang kuat dan berkelanjutan.

Menghidupkan Wisata dari Akar Lokal

Sejak menjabat Camat Licin, Donny memandang pariwisata bukan hanya soal panorama alam, melainkan tentang bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama.

Salah satu langkah strategisnya adalah mengembangkan Pasar Jadoel sebagai etalase UMKM lokal.

Pasar tersebut tak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga panggung budaya.

Aneka kuliner tradisional Osing, produk kerajinan warga, hingga pertunjukan seni rakyat dihadirkan sebagai daya tarik utama.

Konsep ini mendorong perputaran ekonomi sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Pariwisata harus memberi manfaat langsung bagi warga. Kalau masyarakat sejahtera, maka pariwisata akan tumbuh secara alami,” menjadi prinsip yang kerap disampaikan Donny.

Ijen Golden Route, Jalur Wisata Berkelanjutan

Inovasi lain yang menjadi perhatian adalah penguatan Ijen Golden Route. Jalur ini dirancang untuk menghubungkan potensi alam, budaya, dan ekonomi masyarakat Licin secara terintegrasi.

Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga diajak menyelami kehidupan lokal.

Pengembangan jalur ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.


Page 2

Di wilayah yang dikenal memiliki ekosistem sensitif, Donny menekankan pentingnya keseimbangan antara eksploitasi wisata dan perlindungan alam.

Hasilnya, Licin tumbuh sebagai kawasan wisata yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menjaga Budaya Osing di Tengah Geliat Wisata

Di tengah derasnya arus pariwisata, Donny konsisten menjaga identitas budaya Osing sebagai ruh utama pengembangan destinasi.

Seni tradisi, kuliner khas, bahasa lokal, hingga narasi sejarah menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap program pariwisata.

Pendekatan ini menjadikan wisata Licin memiliki karakter yang berbeda. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga pulang membawa cerita tentang nilai, tradisi, dan kearifan masyarakat setempat.

Konten Kreatif, Destinasi Tersembunyi Terangkat

Salah satu terobosan yang menyita perhatian publik adalah suksesnya lomba video promosi wisata Licin. Melalui kompetisi ini, masyarakat diajak menjadi duta wisata dengan cara kreatif.

Beragam destinasi tersembunyi yang sebelumnya jarang terekspos, mulai dikenal luas melalui konten digital.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan promosi wisata, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap potensi daerahnya sendiri.

Dari kreativitas warga itulah, harapan baru disulut bahwa pariwisata Licin mampu bersaing tanpa kehilangan jati diri.

Pengakuan untuk Dedikasi Berkelanjutan

Penghargaan Sunrise of Java Award 2026 menjadi penegasan atas peran Donny Arsilo Sofyan sebagai tokoh penggerak pariwisata berbasis kearifan lokal dan lingkungan lestari.

Dari lereng Ijen, ia membuktikan bahwa menjaga alam dan tradisi justru menjadi kunci masa depan pariwisata Banyuwangi.

Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Licin tak hanya tumbuh sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang hidup yang harmonis antara manusia, budaya, dan alam. (aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecamatan Licin kian menguat sebagai wajah pariwisata Banyuwangi yang bertumpu pada kekayaan alam dan akar budaya lokal.

Dari kawasan lereng Gunung Ijen hingga sentra kuliner tradisional, geliat pariwisata Licin tak lahir secara instan.

Ada peran besar Donny Arsilo Sofyan, SE, MM, yang konsisten menggerakkan pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Atas dedikasi tersebut, Donny dianugerahi Sunrise of Java Award (SOJ) 2026 oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam menjadikan Licin bukan sekadar daerah lintasan wisata, tetapi destinasi dengan identitas yang kuat dan berkelanjutan.

Menghidupkan Wisata dari Akar Lokal

Sejak menjabat Camat Licin, Donny memandang pariwisata bukan hanya soal panorama alam, melainkan tentang bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama.

Salah satu langkah strategisnya adalah mengembangkan Pasar Jadoel sebagai etalase UMKM lokal.

Pasar tersebut tak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga panggung budaya.

Aneka kuliner tradisional Osing, produk kerajinan warga, hingga pertunjukan seni rakyat dihadirkan sebagai daya tarik utama.

Konsep ini mendorong perputaran ekonomi sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Pariwisata harus memberi manfaat langsung bagi warga. Kalau masyarakat sejahtera, maka pariwisata akan tumbuh secara alami,” menjadi prinsip yang kerap disampaikan Donny.

Ijen Golden Route, Jalur Wisata Berkelanjutan

Inovasi lain yang menjadi perhatian adalah penguatan Ijen Golden Route. Jalur ini dirancang untuk menghubungkan potensi alam, budaya, dan ekonomi masyarakat Licin secara terintegrasi.

Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga diajak menyelami kehidupan lokal.

Pengembangan jalur ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.