sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gerakan menambal jalan berlubang di sejumlah titik rawan kecelakaan terus digencarkan di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Selasa (10/2), tim dari Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Sempu melakukan penambalan sekitar 40 titik jalan berlubang yang tersebar di wilayahnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Jalan-jalan berlubang yang berada di wilayah Desa Karangsari dan Desa Temuasri dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang kerap melintas di jalur tersebut.
Camat Sempu, Mujito, mengatakan bahwa untuk merealisasikan gerakan tersebut, personel Polsek Sempu diterjunkan langsung ke lapangan.
Mereka membawa material sendiri untuk menambal jalan-jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Penambalan jalan berlubang ini dilakukan secara swadaya sebagai wujud kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat,” kata Mujito.
Menurutnya, sekitar 40 titik jalan berlubang tersebut kerap dikeluhkan warga karena rawan menimbulkan kecelakaan dan memiliki tingkat kerusakan yang cukup parah. Karena itu, langkah cepat perlu diambil meski sifatnya masih sementara.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Ini bagian dari upaya pencegahan dan kepedulian kami terhadap pengguna jalan,” tambahnya.
Meski demikian, Mujito mengakui bahwa jumlah titik jalan berlubang yang berhasil ditambal belum mencakup seluruh lokasi yang rusak. Masih terdapat beberapa titik lain yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Besok (hari ini) akan dilanjutkan lagi, karena jumlah jalan yang rusak cukup banyak, sementara waktu kami kemarin terbatas,” jelasnya.
Kapolsek Sempu, AKP Satrio Wibowo, menambahkan bahwa kegiatan penambalan jalan berlubang tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Semeru 2026.
“Selain melakukan penegakan hukum dan sosialisasi kepada masyarakat, kami juga melakukan langkah nyata dengan memperbaiki sarana dan prasarana yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelas Satrio.
Ia menegaskan, penambalan jalan berlubang yang dilakukan saat ini bersifat sementara. Forpimka Sempu akan meneruskan laporan kondisi jalan rusak tersebut kepada instansi terkait agar dapat segera dilakukan perbaikan secara permanen.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gerakan menambal jalan berlubang di sejumlah titik rawan kecelakaan terus digencarkan di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Selasa (10/2), tim dari Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Sempu melakukan penambalan sekitar 40 titik jalan berlubang yang tersebar di wilayahnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Jalan-jalan berlubang yang berada di wilayah Desa Karangsari dan Desa Temuasri dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang kerap melintas di jalur tersebut.
Camat Sempu, Mujito, mengatakan bahwa untuk merealisasikan gerakan tersebut, personel Polsek Sempu diterjunkan langsung ke lapangan.
Mereka membawa material sendiri untuk menambal jalan-jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Penambalan jalan berlubang ini dilakukan secara swadaya sebagai wujud kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat,” kata Mujito.
Menurutnya, sekitar 40 titik jalan berlubang tersebut kerap dikeluhkan warga karena rawan menimbulkan kecelakaan dan memiliki tingkat kerusakan yang cukup parah. Karena itu, langkah cepat perlu diambil meski sifatnya masih sementara.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Ini bagian dari upaya pencegahan dan kepedulian kami terhadap pengguna jalan,” tambahnya.
Meski demikian, Mujito mengakui bahwa jumlah titik jalan berlubang yang berhasil ditambal belum mencakup seluruh lokasi yang rusak. Masih terdapat beberapa titik lain yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Besok (hari ini) akan dilanjutkan lagi, karena jumlah jalan yang rusak cukup banyak, sementara waktu kami kemarin terbatas,” jelasnya.
Kapolsek Sempu, AKP Satrio Wibowo, menambahkan bahwa kegiatan penambalan jalan berlubang tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Semeru 2026.
“Selain melakukan penegakan hukum dan sosialisasi kepada masyarakat, kami juga melakukan langkah nyata dengan memperbaiki sarana dan prasarana yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” jelas Satrio.
Ia menegaskan, penambalan jalan berlubang yang dilakukan saat ini bersifat sementara. Forpimka Sempu akan meneruskan laporan kondisi jalan rusak tersebut kepada instansi terkait agar dapat segera dilakukan perbaikan secara permanen.








