Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kisah Inspiratif CJH Banyuwangi, Sumayah Saderi Nabung 30 Tahun dari Jualan Keliling hingga Akhirnya Berangkat Haji

kisah-inspiratif-cjh-banyuwangi,-sumayah-saderi-nabung-30-tahun-dari-jualan-keliling-hingga-akhirnya-berangkat-haji
Kisah Inspiratif CJH Banyuwangi, Sumayah Saderi Nabung 30 Tahun dari Jualan Keliling hingga Akhirnya Berangkat Haji

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kisah inspiratif datang dari seorang lansia asal Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, Sumayah Saderi akhirnya bisa mewujudkan mimpi lamanya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Warga Dusun Sipring, Desa Songgon, itu masuk dalam daftar calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi yang akan berangkat tahun ini setelah menabung selama kurang lebih 30 tahun.

Setiap hari, langkah Sumayah menyusuri jalanan Dusun Sipring hingga Pasar Songgon. Dengan berjalan kaki, ia menjajakan berbagai barang dagangan sederhana.

Mulai dari jajanan, mainan anak-anak, kacang, hingga ikatan sapu lidi. Aktivitas tersebut telah dilakoninya selama puluhan tahun demi menyambung hidup.

Dari langkah-langkah sederhana itulah mimpi besar Sumayah tumbuh. Keinginannya untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak datang secara tiba-tiba.

Ia mulai menabung sejak masih muda. Bukan dari gaji tetap atau usaha besar, melainkan dari sisa uang hasil berjualan keliling yang ia sisihkan sedikit demi sedikit.

Sering kali, uang yang ditabung hanya recehan. Jumlahnya bahkan tak lebih dari Rp 30 ribu setiap kali menyisihkan hasil dagangan.

Namun, tabungan itu tak pernah disentuh untuk keperluan lain. Tahun demi tahun, Sumayah konsisten menyimpannya dengan satu tujuan: berangkat ke Makkah.

“Alhamdulillah, saya bisa naik haji tahun ini,” ujar Sumayah dengan senyum lirih penuh syukur.

Ia mengungkapkan, kebiasaan menabung itu sudah dilakukan sejak masih muda. Meski penghasilannya pas-pasan, ia tetap disiplin menyisihkan uangnya.

“Saya nabung buat naik haji dari dulu, sejak muda. Nyicil dari uang saya sendiri, rata-rata Rp 30 ribu dari penghasilan saya,” tuturnya.

Sumayah juga mengaku telah menabung selama sekitar 30 tahun, sejak layanan perbankan BRI hadir di wilayah Kecamatan Songgon.

“Sudah ada 30 tahun menabung untuk naik haji dari uang sendiri sejak bank BRI ada di Songgon,” katanya.


Page 2

Hari-hari Sumayah diisi dengan bekerja dan beribadah. Ia berjalan kaki ke mana pun, termasuk saat berjualan.

Perjuangannya terasa kian berat karena ia menjalani hidup seorang diri. Sejak muda, Sumayah tidak pernah menikah dan hingga kini tinggal sendirian di rumahnya.

Namun, kondisi tersebut tak menghalangi tekadnya untuk bisa menunaikan ibadah haji. “Perasaan saya senang sekali, alhamdulillah bisa naik haji tahun ini. Memang ini impian saya dari dulu,” ucapnya dengan mata berbinar.

Semangat hidup Sumayah juga diakui oleh Santi, salah satu kerabat yang kerap mendampinginya mengurus administrasi haji hingga mengantar latihan manasik.

Menurut Santi, Sumayah selalu menunjukkan antusiasme tinggi setiap kali harus mengurus keperluan keberangkatan haji.

“Kalau beliau mau diantar latihan manasik selalu bersemangat. Mau ngurusi urusan haji juga selalu ikut,” ujar Santi yang juga menjabat sebagai Ketua RW Dusun Sipring.

Santi menambahkan, semangat hidup Sumayah tergolong luar biasa. Bahkan, ketika pernah mengalami kecelakaan, Sumayah tidak larut dalam kesedihan dan tetap menjalani hidup dengan penuh keteguhan.

“Semangat hidup Bu Sumayah sangat kuat. Pernah suatu hari mengalami kecelakaan, tapi beliau tidak pasrah dan terus berjuang,” katanya.

Dalam kesehariannya, Sumayah juga dikenal mandiri. Meski tinggal sendirian, ia tetap menjalani aktivitas dengan berjalan kaki.

“Beliau di rumah sendirian, memang tidak pernah menikah dari muda. Saat bekerja selalu berjalan kaki setiap harinya,” tambahnya.

Meski usianya telah sepuh, Sumayah masih tampak sehat dan penuh semangat. “Walaupun di usianya yang sepuh, beliau masih terlihat bersemangat dan sehat dalam kesehariannya,” pungkas Santi.

Kisah Sumayah menjadi potret nyata ketekunan, kesabaran, dan kekuatan mimpi. Dari jualan keliling dengan uang receh, ia membuktikan bahwa niat kuat dan ikhtiar panjang mampu mengantarkan seseorang meraih impian terbesar dalam hidupnya. (M Ksatria Raya/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kisah inspiratif datang dari seorang lansia asal Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, Sumayah Saderi akhirnya bisa mewujudkan mimpi lamanya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Warga Dusun Sipring, Desa Songgon, itu masuk dalam daftar calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi yang akan berangkat tahun ini setelah menabung selama kurang lebih 30 tahun.

Setiap hari, langkah Sumayah menyusuri jalanan Dusun Sipring hingga Pasar Songgon. Dengan berjalan kaki, ia menjajakan berbagai barang dagangan sederhana.

Mulai dari jajanan, mainan anak-anak, kacang, hingga ikatan sapu lidi. Aktivitas tersebut telah dilakoninya selama puluhan tahun demi menyambung hidup.

Dari langkah-langkah sederhana itulah mimpi besar Sumayah tumbuh. Keinginannya untuk menunaikan rukun Islam kelima tidak datang secara tiba-tiba.

Ia mulai menabung sejak masih muda. Bukan dari gaji tetap atau usaha besar, melainkan dari sisa uang hasil berjualan keliling yang ia sisihkan sedikit demi sedikit.

Sering kali, uang yang ditabung hanya recehan. Jumlahnya bahkan tak lebih dari Rp 30 ribu setiap kali menyisihkan hasil dagangan.

Namun, tabungan itu tak pernah disentuh untuk keperluan lain. Tahun demi tahun, Sumayah konsisten menyimpannya dengan satu tujuan: berangkat ke Makkah.

“Alhamdulillah, saya bisa naik haji tahun ini,” ujar Sumayah dengan senyum lirih penuh syukur.

Ia mengungkapkan, kebiasaan menabung itu sudah dilakukan sejak masih muda. Meski penghasilannya pas-pasan, ia tetap disiplin menyisihkan uangnya.

“Saya nabung buat naik haji dari dulu, sejak muda. Nyicil dari uang saya sendiri, rata-rata Rp 30 ribu dari penghasilan saya,” tuturnya.

Sumayah juga mengaku telah menabung selama sekitar 30 tahun, sejak layanan perbankan BRI hadir di wilayah Kecamatan Songgon.

“Sudah ada 30 tahun menabung untuk naik haji dari uang sendiri sejak bank BRI ada di Songgon,” katanya.