sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat yang terus mendapat perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.
Ruas tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) jalur sirip yang menghubungkan Padang–Pekanbaru, dengan total panjang mencapai 58,7 kilometer.
Nilai investasi proyek Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp 8,9 triliun, menjadikannya salah satu proyek jalan tol bernilai besar di wilayah Sumatera Barat.
Ruas ini merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Padang–Sicincin, yang lebih dahulu dibangun dan ditargetkan rampung pada akhir 2024.
Peran Strategis Tol Sicincin–Bukittinggi
Keberadaan Tol Sicincin–Bukittinggi dinilai sangat vital dalam meningkatkan konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.
Tol ini akan memangkas waktu tempuh Padang–Bukittinggi secara signifikan, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
Tak hanya menghubungkan dua kota besar, ruas tol ini juga menjadi penghubung utama jalur ekonomi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau melalui Tol Padang–Pekanbaru.
Melintasi Sejumlah Daerah Strategis
Berdasarkan rencana trase, Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi akan melewati sejumlah wilayah penting di Sumatera Barat, yakni:
-
Kota Padang Panjang, tepatnya di Kecamatan Padang Panjang Timur
-
Kabupaten Tanah Datar, melintasi Kecamatan Sepuluh Koto
-
Kabupaten Agam, melalui Kecamatan Sungai Puar dan Kecamatan Banuhampu
Wilayah-wilayah tersebut selama ini menjadi jalur vital transportasi darat, namun kerap menghadapi kepadatan lalu lintas serta risiko bencana alam seperti longsor dan banjir. Kehadiran jalan tol diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Sejarah Panjang Perencanaan Tol Sicincin–Bukittinggi
Perjalanan proyek Tol Sicincin–Bukittinggi terbilang panjang dan penuh dinamika. Upaya percepatan pembangunan telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir melalui koordinasi lintas sektor.
Pada 16 Mei 2024, Wakil Gubernur Sumatera Barat bersama para kepala daerah yang wilayahnya dilintasi tol menggelar rapat koordinasi di Gedung VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Page 2
Dalam pertemuan tersebut, seluruh kepala daerah diminta memberikan dukungan penuh agar pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi dapat berjalan lancar.
Selanjutnya, pada 25 Mei 2024, Gubernur Sumatera Barat menyelenggarakan diskusi terkait mitigasi dan penanggulangan dampak bencana, sekaligus percepatan pembangunan Tol Sicincin–Limapuluh Kota.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Gubernuran itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara gubernur dan para bupati/wali kota yang wilayahnya terdampak pembangunan tol.
Opsi Perubahan Trase dan Kendala Pembiayaan
Pada 15 November 2024, Plt Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengusulkan kelanjutan pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi dalam rapat di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam forum tersebut, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Era Sukma Munaf mengusulkan opsi perubahan jalur menjadi Sicincin–Singkarak–Tanah Datar, dengan pertimbangan pembebasan lahan yang dinilai lebih mudah dan murah.
Namun demikian, persoalan pendanaan menjadi salah satu faktor krusial. Pada 24 Oktober 2024, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyatakan kelanjutan proyek masih menunggu kepastian penyertaan modal negara (PMN). Saat itu, proyek diperkirakan baru dapat direalisasikan paling cepat pertengahan 2026.
Komitmen Lanjutan dan Proyeksi Anggaran Lebih Besar
Perkembangan signifikan terjadi pada 9 Agustus 2025. Andre Rosiade bersama Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Hutama Karya bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan menyepakati kelanjutan proyek Tol Sicincin–Bukittinggi.
PT Hutama Karya berkomitmen menyiapkan studi kelayakan (feasibility study) serta dokumen teknis pendukung.
Empat hari berselang, pada 13 Agustus 2025, Andre Rosiade kembali bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, dan jajaran pejabat provinsi.
Dalam pertemuan tersebut, diserahkan surat dukungan resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk percepatan pembangunan.
Dalam rencana terbaru, nilai investasi proyek disebut bisa mencapai sekitar Rp18 triliun, termasuk pembangunan badan jalan dan terowongan.
Proyek ditargetkan mulai konstruksi pada akhir 2026, dengan PT Hutama Karya sebagai pelaksana melalui skema penugasan.
Harapan Dorong Ekonomi dan Pariwisata
Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi diharapkan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Selain mempercepat distribusi barang dan jasa, jalan tol ini juga diyakini akan mendorong sektor pariwisata, mengingat Bukittinggi dan sekitarnya merupakan destinasi unggulan nasional.
Dengan nilai investasi besar dan manfaat strategis yang luas, Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan fondasi penting bagi konektivitas dan daya saing Sumatera Barat di masa depan. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat yang terus mendapat perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.
Ruas tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) jalur sirip yang menghubungkan Padang–Pekanbaru, dengan total panjang mencapai 58,7 kilometer.
Nilai investasi proyek Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp 8,9 triliun, menjadikannya salah satu proyek jalan tol bernilai besar di wilayah Sumatera Barat.
Ruas ini merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Padang–Sicincin, yang lebih dahulu dibangun dan ditargetkan rampung pada akhir 2024.
Peran Strategis Tol Sicincin–Bukittinggi
Keberadaan Tol Sicincin–Bukittinggi dinilai sangat vital dalam meningkatkan konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.
Tol ini akan memangkas waktu tempuh Padang–Bukittinggi secara signifikan, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
Tak hanya menghubungkan dua kota besar, ruas tol ini juga menjadi penghubung utama jalur ekonomi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau melalui Tol Padang–Pekanbaru.
Melintasi Sejumlah Daerah Strategis
Berdasarkan rencana trase, Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi akan melewati sejumlah wilayah penting di Sumatera Barat, yakni:
-
Kota Padang Panjang, tepatnya di Kecamatan Padang Panjang Timur
-
Kabupaten Tanah Datar, melintasi Kecamatan Sepuluh Koto
-
Kabupaten Agam, melalui Kecamatan Sungai Puar dan Kecamatan Banuhampu
Wilayah-wilayah tersebut selama ini menjadi jalur vital transportasi darat, namun kerap menghadapi kepadatan lalu lintas serta risiko bencana alam seperti longsor dan banjir. Kehadiran jalan tol diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Sejarah Panjang Perencanaan Tol Sicincin–Bukittinggi
Perjalanan proyek Tol Sicincin–Bukittinggi terbilang panjang dan penuh dinamika. Upaya percepatan pembangunan telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir melalui koordinasi lintas sektor.
Pada 16 Mei 2024, Wakil Gubernur Sumatera Barat bersama para kepala daerah yang wilayahnya dilintasi tol menggelar rapat koordinasi di Gedung VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM).







