sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Tiga Berlian, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, Senin siang (9/2), tak hanya menghanguskan deretan kios dan rumah warga.
Musibah tersebut juga berdampak pada dunia pendidikan. Salah satu siswa SD Negeri (SDN) Kepatihan tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian, pihak sekolah bergerak cepat. Kemarin (10/2), perwakilan SDN Kepatihan mendatangi langsung siswa yang rumahnya ikut terbakar.
Bantuan berupa seragam sekolah, sembako, pakaian layak pakai, hingga uang tunai diserahkan kepada korban. Bantuan tersebut dihimpun dari donasi para orang tua siswa serta warga sekolah.
Kepala SDN Kepatihan, Suliyantari, mengungkapkan bahwa salah satu siswanya, Muhamad Fadil, yang duduk di bangku kelas VI, menjadi korban terdampak langsung kebakaran Pasar Tiga Berlian. Saat kejadian, Fadil berada di dalam rumah dalam kondisi sakit.
“Alhamdulillah, Fadil berhasil diselamatkan. Namun, seluruh perlengkapan sekolahnya habis terbakar, termasuk seragam dan rapor,” ujar Suliyantari.
Ia menjelaskan, pihak sekolah tidak tinggal diam. Bantuan langsung disalurkan agar Fadil tetap bisa melanjutkan aktivitas belajarnya.
“Kami menyerahkan hasil donasi dari warga sekolah. Ada seragam, sembako, pakaian, dan bantuan lainnya, baik untuk Fadil maupun keluarganya,” imbuhnya.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga memastikan akan menerbitkan rapor baru sebagai pengganti rapor lama yang hangus terbakar.
Langkah tersebut dilakukan agar administrasi pendidikan Fadil tidak terkendala, mengingat siswa tersebut saat ini tengah berada di tahun terakhir jenjang sekolah dasar.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, SDN Kepatihan juga menyalurkan jatah makan untuk Fadil dan keluarganya.
Bantuan tersebut diambil dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni jatah guru dan siswa yang sedang tidak masuk sekolah.
“Ini bentuk solidaritas kami. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar Fadil dan keluarganya tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat seperti sekarang,” terang Suliyantari.
Lebih lanjut, ia berharap musibah kebakaran ini tidak mematahkan semangat belajar Fadil. Terlebih, siswa tersebut akan segera menghadapi tahapan penting menjelang kelulusan.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Tiga Berlian, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, Senin siang (9/2), tak hanya menghanguskan deretan kios dan rumah warga.
Musibah tersebut juga berdampak pada dunia pendidikan. Salah satu siswa SD Negeri (SDN) Kepatihan tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian, pihak sekolah bergerak cepat. Kemarin (10/2), perwakilan SDN Kepatihan mendatangi langsung siswa yang rumahnya ikut terbakar.
Bantuan berupa seragam sekolah, sembako, pakaian layak pakai, hingga uang tunai diserahkan kepada korban. Bantuan tersebut dihimpun dari donasi para orang tua siswa serta warga sekolah.
Kepala SDN Kepatihan, Suliyantari, mengungkapkan bahwa salah satu siswanya, Muhamad Fadil, yang duduk di bangku kelas VI, menjadi korban terdampak langsung kebakaran Pasar Tiga Berlian. Saat kejadian, Fadil berada di dalam rumah dalam kondisi sakit.
“Alhamdulillah, Fadil berhasil diselamatkan. Namun, seluruh perlengkapan sekolahnya habis terbakar, termasuk seragam dan rapor,” ujar Suliyantari.
Ia menjelaskan, pihak sekolah tidak tinggal diam. Bantuan langsung disalurkan agar Fadil tetap bisa melanjutkan aktivitas belajarnya.
“Kami menyerahkan hasil donasi dari warga sekolah. Ada seragam, sembako, pakaian, dan bantuan lainnya, baik untuk Fadil maupun keluarganya,” imbuhnya.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga memastikan akan menerbitkan rapor baru sebagai pengganti rapor lama yang hangus terbakar.
Langkah tersebut dilakukan agar administrasi pendidikan Fadil tidak terkendala, mengingat siswa tersebut saat ini tengah berada di tahun terakhir jenjang sekolah dasar.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, SDN Kepatihan juga menyalurkan jatah makan untuk Fadil dan keluarganya.
Bantuan tersebut diambil dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni jatah guru dan siswa yang sedang tidak masuk sekolah.
“Ini bentuk solidaritas kami. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar Fadil dan keluarganya tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat seperti sekarang,” terang Suliyantari.
Lebih lanjut, ia berharap musibah kebakaran ini tidak mematahkan semangat belajar Fadil. Terlebih, siswa tersebut akan segera menghadapi tahapan penting menjelang kelulusan.







