sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin (9/2), mengakibatkan jalur poros di Desa Karangharjo tergenang air.
Genangan tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan panjang di salah satu jalan utama penghubung antarkecamatan.
Genangan air diketahui berasal dari drainase di sempadan jalan yang tidak berfungsi optimal.
Debit air hujan yang tinggi membuat saluran air tidak mampu menampung aliran, sehingga air meluap dan menutup badan jalan.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, mengatakan bahwa dampak luapan air tersebut cukup signifikan. Antrean kendaraan dari dua arah mengular hingga sekitar satu kilometer.
“Debit air hujan terlalu besar sehingga saluran air tidak mampu menampung. Akibatnya air meluber ke jalan raya dan menyebabkan kemacetan di jalur utama,” jelas Budi.
Untuk mengurai kemacetan, jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kecamatan Glenmore dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi turun langsung ke lokasi.
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup guna mencegah antrean kendaraan semakin panjang.
“Agar kemacetan tidak mengular terlalu jauh, petugas melakukan buka tutup jalan. Selain itu, banyak kendaraan yang akhirnya memilih berhenti dan menunggu hingga banjir di jalanan surut,” ungkapnya.
Penanganan banjir dan dampaknya, lanjut Budi, masih dilakukan hingga kemarin (10/2). Petugas gabungan bergotong royong membersihkan saluran air di sejumlah titik yang menjadi lokasi genangan.
“Kami bersama petugas Korsda Glenmore melakukan bersih-bersih saluran air agar aliran kembali lancar,” tuturnya.
Selain membersihkan drainase, petugas juga melakukan pengamanan di area-area sempadan jalan yang tergerus akibat derasnya aliran air.
Erosi di beberapa titik menyebabkan perbedaan tinggi yang cukup signifikan antara badan jalan dan sisi jalan.
“Kalau tidak segera ditambal, kondisi ini bisa sangat membahayakan pengguna jalan. Ketika ada truk yang terperosok, risikonya bisa langsung terguling,” kata Budi.
Page 2
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian memasang rambu-rambu peringatan dan pembatas jalan di area rawan tersebut.
Selanjutnya, kondisi jalan yang rusak akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar segera dilakukan perbaikan permanen.
“Sementara ini kami pasang pembatas dan rambu. Untuk penanganan lanjutan akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” tambahnya.
Sementara itu, penanganan pasca banjir juga dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Sektor Genteng.
Petugas melakukan penyemprotan di area jalan yang dipenuhi tumpukan tanah dan pasir sisa banjir.
Koordinator Damkarmat Genteng, Sutikno, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.
“Kami mendapat laporan dari warga untuk membersihkan tumpukan tanah di area jalan,” katanya.
Menurut Sutikno, pasir dan tanah yang menumpuk di badan jalan sangat berbahaya bagi pengguna jalan jika tidak segera dibersihkan, terutama bagi pengendara roda dua.
“Sebelum ada korban, kami langsung melakukan penyemprotan untuk membersihkan pasir di aspal,” pungkasnya.
Dengan penanganan cepat dari petugas gabungan, arus lalu lintas di jalur poros Glenmore diharapkan segera kembali normal dan risiko kecelakaan akibat banjir maupun kerusakan jalan dapat diminimalkan. (sas/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin (9/2), mengakibatkan jalur poros di Desa Karangharjo tergenang air.
Genangan tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan panjang di salah satu jalan utama penghubung antarkecamatan.
Genangan air diketahui berasal dari drainase di sempadan jalan yang tidak berfungsi optimal.
Debit air hujan yang tinggi membuat saluran air tidak mampu menampung aliran, sehingga air meluap dan menutup badan jalan.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, mengatakan bahwa dampak luapan air tersebut cukup signifikan. Antrean kendaraan dari dua arah mengular hingga sekitar satu kilometer.
“Debit air hujan terlalu besar sehingga saluran air tidak mampu menampung. Akibatnya air meluber ke jalan raya dan menyebabkan kemacetan di jalur utama,” jelas Budi.
Untuk mengurai kemacetan, jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kecamatan Glenmore dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi turun langsung ke lokasi.
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup guna mencegah antrean kendaraan semakin panjang.
“Agar kemacetan tidak mengular terlalu jauh, petugas melakukan buka tutup jalan. Selain itu, banyak kendaraan yang akhirnya memilih berhenti dan menunggu hingga banjir di jalanan surut,” ungkapnya.
Penanganan banjir dan dampaknya, lanjut Budi, masih dilakukan hingga kemarin (10/2). Petugas gabungan bergotong royong membersihkan saluran air di sejumlah titik yang menjadi lokasi genangan.
“Kami bersama petugas Korsda Glenmore melakukan bersih-bersih saluran air agar aliran kembali lancar,” tuturnya.
Selain membersihkan drainase, petugas juga melakukan pengamanan di area-area sempadan jalan yang tergerus akibat derasnya aliran air.
Erosi di beberapa titik menyebabkan perbedaan tinggi yang cukup signifikan antara badan jalan dan sisi jalan.
“Kalau tidak segera ditambal, kondisi ini bisa sangat membahayakan pengguna jalan. Ketika ada truk yang terperosok, risikonya bisa langsung terguling,” kata Budi.






