Beranda Sosial Dulu Bahan dari Memilah Sampah, Kini Produknya Tembus Luar Jawa

Dulu Bahan dari Memilah Sampah, Kini Produknya Tembus Luar Jawa

0
1902

suasana-pembuatan-tas-pita-plastik-di-desa-setail-kecamatan-genteng


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SIANG itu, dua perempuan terlihat tekun menganyam pita dengan membentuk tas ukuran besar. Ruangan yang tidak terlalu luas, tampak semakin sempit dengan banyaknya tas yang berserakan. Juga ada yang ditumpuk berdasarkan warna dan ukuran.

Salah satu pekerja terlihat cukup terampil menganyam pita dengan pita lain hingga membentuk tas. Tas hasil karyanya,  menumpuk di sampingnya. “Saya  biasanya bisa menyelesaikan 20 tas  alam sehari,” cetus Indah Amalia, 26.  Di antara tumpukan tas setengah jadi   dan gulungan pita auto packing di depan teras rumah, Almunir, pemilik usaha tas ini bersama dua karyawannya lainnya  terlihat menyelesaikan tas yang kondisinya  setengah jadi.

Usaha yang ditekuni oleh suami Siti Nikmatul Koyimah, 43, itu terbilang lama. Sejak tahun 1996, sudah merintis usaha  ini di sela-sela kegiatannya mengayuh  becak. Saat itu, dia membuat anyaman tas dari pita limbah. “Dulu saya narik  becak, ini plastiknya cari sisa-sisa di tempat sampah,” katanya.

Usaha dengan pita limbah itu ditekuni  hingga tiga tahun lamanya. Setelah itu, diputuskan tidak memakai limbah setelah ada penjual pita. Sejak itu, bahan baku yang digunakan sudah  berupa gulungan dengan harga mulai  Rp 200 ribu per gulungnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!