The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian

To return the family asked for Rp 9 Million

Register your email to Subscribe to news delivered directly to your mailbox

KELUARGA Ahmad Sugiantoro alias Aan dan M Nur Ilyas di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono yang sedang menunggu kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), mengaku sempat diminta menebus sejumlah uang agar segera dipulangkan dari Thailand. Informasi itu diterima dari pengakuan kedua korban perdagangan orang itu yang kini berada di penampungan Thailand.

Ibu kandung Aan, Sumini, 58, menyampaikan anaknya yang ada di pengampungan Thailand mengabari diberi dua pilihan sebelum diizinkan pulang ke Indonesia. “Salah satunya dikasih pilihan untuk membayar Rp 9 million,He said.

Informasi pembayaran itu, ujar Sumini, disampaikan langsung oleh anaknya melalui sambungan telepon dari Thailand. “Itu dari Aan sendiri yang cerita. Bukan orang lain yang mengaku bisa memulangkan," he said.

Besaran uang tersebut, lanjut Sumini, berlaku untuk satu orang. So that, jika dengan Ilyas yang masih keponakannya sendiri, keluarga membutuhkan sekitar Rp 18 million. “Sejak kemarin (Wednesday) night, sudah cari pinjaman ke kerabat," he said.

Ayah Aan, Ahmad Teguh, 60, mengaku memilih pilihan tersebut agar anak dan keponakannya bisa segera pulang dan tidak terlalu lama berada di penampungan. “Yang penting mereka berdua pulang dan tiba di rumah dengan kondisi selamat,He said.

Village head (village head) Wonosobo, Imam Muslim telah mengetahui besaran uang tebusan agar kedua warganya bisa segera pulang. “Sudah dapat informasi dari keluarga kalau diminta Rp 9 million per person," he said.

Imam telah berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk mengurungkan niatnya membayar uang tebusan itu. “Sudah saya sarankan untuk bersabar menunggu, dikhawatirkan itu tidak benar,He said.

But, Kades Imam akan menghormati pilihan warga desanya itu yang ingin Aan dan Ilyas bisa segera pulang dan berkumpul dengan keluarganya. “Soal keputusan yang diambil pihak keluarga, saya tidak ikut campur," he concluded.(gas/abi)

source