Festival Ngunduh Kopi Pitu Telu, Momentum Petani Kopi Merdeka dari Tengkulak

0
544

BANYUWANGI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73, menjadi momentum petani kopi, di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, untuk merdeka dari tengkulak. Perlawanan terhadap tengkulak itu mereka tandai dengan menggelar Festival Ngunduh Kopi (petik kopi) Pitu Telu, di Dusun Lerek, Gombengsari, Minggu (19/8/2018).

“Pitu Telu atau 73 merupakan tahun peringatan kemerdekaan negara Indonesia. 73 juga bermakna kemerdekaan bagi petani Gombengsari dari tengkulak,” kata Yusuf Widiyatmoko, Wakil Bupati Banyuwangi, saat hadir dalam festival Ngunduh Kopi.

Dengan mengangkat tema Pitu Telu sesuai dengan peringatan tahun kemerdekaan Indonesia, menurut Yusuf, juga bermakna memerdekaan para petani dari keberadaan tengkulak.

Yusuf mengatakan, tengkulak biasanya membeli kopi dari kebun rakyat seperti Gombengsari ini sangat murah. Padahal apabila petani mau memproses kopi dengan lebih baik, harganya lebih mahal dan menguntungkan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last