Garuda Stop Rute Denpasar-BWI

0
540

Okupansi Penumpang Terus Menurun


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ROGOJAMPI – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menghentikan rute penerbangan Denpasar- Banyuwangi. Keputusan tidak terbang itu berlaku sejak Selasa lalu (17/11). Praktis, dengan penutupan itu tak ada lagi layanan transportasi udara rute Denpasar-Banyuwangi dan sebaliknya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, menurunnya jumlah penumpang menjadi alasan pihak maskapai berlambang burung biru itu meniadakan penerbangan ke Pulau Dewata.  General Manager Garuda Indonesia wilayah Banyuwangi, Ismu Gito Waluyo, mengatakan alasan penutupan rute tersebut terkait komersial teknis.

Secara detail, penyelenggaraan rute penerbangan dari dan menuju Bali sudah tidak sesuai harapan pihak maskapai. Dari 72 sheet yang disediakan Garuda, maksimal hanya terisi 70 sampai 80 persen untuk tujuan Denpasar.

Rute Denpasar ke Banyuwangi lebih parah lagi, jumlahnya lebih sedikit. Bahkan, jumlah penumpang pernah hanya sepuluh orang. Padahal, biaya operasional penerbangan tersebut cukup tinggi dan tidak sebanding jika okupansi penumpang serendah itu.

Kondisi tersebut, lanjut Gito, diperparah dengan dampak erupsi Gunung Raung dan Anak Rinjani yang berlangsung beberapa waktu lalu. Banyak penumpang, terutama wisatawan dari nnancanegara-yang membatalkan penerbangan mereka.

“Beberapa penumpang dari Jepang dan Australia membatalkan pesanan tiket karena khawatir dampak erupsi, sehingga banyak kerugian yang kita tanggung pada tahun ini,” beber Gito. Setelah melakukan evaluasi terhadap potensi rute penerbangan dalam satu tahun, akhirnya keputusan menutup rute Banyuwangi-Denpasar dan Denpasar-Banyuwangi dijalankan.

Meski begitu, kata Gito, keputusan itu masih bisa ditinjau ulang.  Sebab, perusahaannya memiliki kebijakan mengevaluasi struktur penerbangan pada winter dan summer atau sekitar Oktober hingga April dan  hingga Oktober.

Jika dalam evaluasi tersebut diketahui potensi bisnis Banyuwangi dan Bali membaik, bukan tidak mungkin rute Banyuwangi-Denpasar (PP) akan kembali dihidupkan. “Kita butuh dukungan banyak pihak agar dapat terselenggara dengan baik. Baik  dari pelaku usaha, wisatawan, maupun pemerintah daerah,” harapnya.

Sementara itu, untuk tetap mengoptimalkan jalur penerbangan, pihaknya sedang mengevaluasi penerbangan Surabaya-Banyuwangi (PP) supaya dapat ditambahkan menjadi dua kali dalam sehari. Sebab, berdasar pengamatannya, kecenderungan penumpang menuju ibu kota Provinsi Jawa Timur jauh lebih tinggi daripada ke Denpasar.

Sebagaimana diketahui, penerbangan perdana Garuda rute Denpasar-Banyuwangi dibuka pada 1 Mei 2014. Pesawat beranglcat dari Denpasar pukul 07.00 WITA  dan tiba di Bandara  Banyuwangi, pukul 06.45 WIB. Selanjutnya, pesawat bertolak dari Banyuwangi pukul 07.15 WIB. Pesawat tersebut mendarat di Surabaya pukul 07.55 WIB.

Sementara itu, rute Surabaya-Banyuwangi-Denpasar dilayani dengan nomor penerbangan GA-4300. Pesawat yang melayani rute baru tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, pukul 08.30 dan tiba di Banyuwangi pukul 09.20.

Dari Bumi Blambangan, pesawat melanjutkan perjalanan ke Pulau Dewata pukul 09.50 dan tiba di Denpasar pukul 11.30 WITA. (radar)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]