Gas Belerang Normal, Jalur Pendakian Gunung Ijen Dibuka Kembali

0
487


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

LICIN – Jalur pendakian di kawah Gunung Ijen dibuka kembali untuk umum sejak pukul 03.00 Senin (6/3) kemarin. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Wilayah Banyuwangi menyebutkan, jalur pendakian itu dibuka karena  kondisi gas belerang di dasar kawah yang sebelumnya berbahaya kini sudah kembali normal.

Kepala BBKSDA III Jatim Kantor  Seksi Banyuwangi, Sumpena, mengatakan meski sudah dibuka untuk umum, pihaknya sedikit  memberi batasan kepada para  pendaki. Selain tidak boleh mendekati kawah dengan radius 1 Km, jalur pendakian juga baru dibu ka  pukul 03.00.

”Biasanya pukul 24.00  sudah buka. Untuk antisipasi  keselamatan saja, kita buka mulai   03.00 sampai pukul 12.00 siang saat ini,” kata Sumpena. Terkait larangan mendekat ke dasar  kawah hingga radius 1 Km itu berlaku  bagi semua pengun jung. Namun,  untuk penambang belerang meski  sebelumnya sudah ada yang pingsan  karena meng hirup gas belerang, pihaknya tetap memberikan kelonggaran bagi mereka beraktivitas  di dasar kawah.

”Penambang belerang sudah paham dengan kondisi kawah di bawah. Larangan mendekat ke kawah hanya untuk pengunjung. Ini mohon diperhatikan,” tandasnya. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Heri Bambang Purwanto, mewanti-wanti pengunjung mematuhi arahan agar tidak  mendekat ke kawah hingga radius  1 Km.

Dalam kondisi normal atau tidak normal pun, jauh-jauh hari sebelumnya pihaknya sebenarnya sudah merekomendasikan agar  pendaki tidak mendekat ke dasar kawah dengan radius 1 Km, karena gas belerang tidak baik bagi   pernapasan manusia.

Cuaca di kawasan kawah Gunung Ijen pada malam hari masih  sering hujan. Hujan pada malam bisa menjadi pemicu meningkatnya aktivitas gas belerang di dasar kawah. ”Kalau malam hari  tidak ada matahari, gas belerang  sulit terurai. Apalagi saat kondisi  hujan. Jadi, lebih baik mendaki  siang hari. Sinar matahari itu  bisa mengurai gas belerang di kawasan kawah,” jelas Heri.

Diberitakan sebelumnya,  masyarakat yang ingin menikmati fenomena blue fire di kawah Gunung  Ijen tampaknya harus bersabar.  Sebab, sejak pukul 01.00 Minggu (5/3) kemarin pendakian ditutup semen ara oleh BKSDA Jawa Timur  lantaran gas belerang yang mengandung hidrogen sulfida (H2S) di dasar kawah mengalami peningkatan.

Peningkatan gas beracun itu mengakibatkan seorang penambang pingsan. Beruntung nyawanya masih bisa diselamat kan petugas. Oleh teman-teman sesama penambang  dan petugas, penambang yang   terkena gas beracun itu langsung diberi pertolongan dengan dibawa  ke Puskesmas Licin.

Penambang  bernama Madikan asal Blimbingsari itu diketahui sudah siuman  setelah mendapatkan pertolongan cepat dari petugas BKSDA dan pihak petugas Polsek Licin. Informasi yang diperoleh Jawa  Pos Radar Banyuwangi, sebelum gas belerang Ijen mengalami  peningkatan, sempat terdengar  suara letupan di dasar kawah.  Sesaat setelah terdengar letupan  itu, gas belerang di dasar kawah langsung mengalami peningkatan  intensitas. (radar)

Loading...

Baca Juga :