Gudang Liar Diancam Denda Rp 2 Miliar

0
1231
Kasubdit Pengelolaan Sarana Distribusi pada Direktorat Saran Distribusi dan Logistik, Kementerian Perdagangan, Mohammad Anwar Ahmad memberikan materi kepada peserta, kemarin

Pemilik Diminta Segera Urus TDG

BANYUWANGI – Hingga saat ini, pemerintah belum memiliki data valid jumlah gudang yang beroperasi di Indonesia. Untuk mendapatkan data valid, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan pemilik gudang untuk segera mendaftar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota.

Bagi pemilik gudang yang tidak segera mendaftar, pemerintah menyiapkan sanksi tegas. Selain  sanksi pidana, juga pemilik gudang yang mokong juga diancam  dengan sanksi denda yang cukup berat hingga Rp 2 miliar.

Hingga saat ini, Kemendag hanya memiliki data 10 ribu gudang, padahal jumlah gudang lebih dari 10 ribu. Belum validnya data gudang itu berdampak buruk pada aktivitas perekonomian. Kepala Subdit Pengelolaan Sarana Distribusi Diroktorat Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag RI Mohammad Anwar  mengatakan, akibat belum validnya data jumlah gudang, aktivitas perdagangan sering  terjadi penimbunan barang kebutuhan pokok.

Akibat penimbunan itu, harga menjadi meroket tidak terkendali sehingga daya beli masyarakat melemah. Selain berpotensi pada penimbunan bahan pokok, kata Anwar, pemerintah juga tidak memilik stok barang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Harga Cabai di Banyuwangi Semakin “Pedas”