Heboh, Warga Banyuwangi Berburu Harta Karun Benda Pra Sejarah

0
188

warga-kebun-glenmore-desa-margomulyo-kecamatan-glenmore-berburu-manik-manik


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mereka Percaya Itu Peninggalan Kuno

GLENMORE – Puluhan warga yang tinggal di sekitar Kebun Glenmore, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, berburu hiasan manik-manik yang dipercayai peninggalan zaman prasejarah. Untuk berburu barang berharga itu, warga yang membuat kelompok itu membuat lubang cukup besar dan dalam di lahan bekas tanaman karet. Pencarian manik-manik  itu dilakukan sejak pagi hingga malam.

“Mencari manik-manik itu kita lakukan sejak sebulan lalu,” kata Taufan, 32, pemburu manik-manik asal Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore. Berburu manik-manik itu, terang dia, sebenarnya hanya  kegiatan sambilan. Itu dilakukan untuk mengisi waktu luang karena kegiatan di kebun sedang sepi.

“Kita mencari manik-manik sambil menunggu kegiatan kebun dimulai,” ujarnya. Berburu manik-manik dengan cara membuat lubang ini, terang dia, telah mendapat persetujuan pengelola kebun. Pihak kebun memberi kebebasan selama lahan belum ditanami tanaman baru.

“Kebun mempersilakan. Warga yang mencari manik-manik ini pekerja kebun semua,” jelasnya. Warga mencari manik-manik itu, terang dia, sebenarnya  bukan hal baru. Sejak dirinya kecil, sudah banyak yang  mencari manik-manik. Tetapi, pencarian itu berhenti  dan beralih merawat tanaman kebun.

Loading...

“Barang (manik-manik) itu peninggalan prasejarah. Warga dari dulu sudah banyak yang mencari,” ungkapnya.  Warga lain, Amin, 35, mengungkapkan  dalam mencari  manik-manik harus menggunakan metode khusus. Sebelum melakukan penggalian, mereka menguji tanah dengan alat berbentuk tongkat. Biasanya, manik-manik itu  tersimpan di bawah tumpukan batu berbentuk kotak.

“Nanti diperiksa dulu, kalau memang ada batunya berbentuk persegi ataukah bagaimana,” katanya sambil menjelaskan cara mendeteksi lokasi manik-manik. Untuk mendapatkan manik-manik itu, terang dia, biasanya warga harus menggali hingga  kedalaman sekitar dua meter. Di kedalaman itu manik-manik berukuran merica sampai biji jagung  banyak ditemukan.

“Manik-manik  yang paling dicari itu berwarna orange,” terangnya. Harga manik-manik yang dicari  itu, masih kata dia, sekitar Rp 50  ribu per gram. Satu gram manik-manik biasanya terdiri atas 15 biji. Tapi, juga ada manik-manik yang   harganya hanya Rp 10 ribu per kalung.

“Selain yang orange, harganya murah,” ungkapnya. Transaksi jual-beli manik-manik  itu biasanya dilakukan malam hari. Pembeli biasanya akan datang sekitar  pukul 21.00 itu setelah warga berhasil mengumpulkan manik-manik. “Warga seharian mencari, malam  pembeli datang,” terangnya.

Selama sebulan mencari manik- manik, Amin bersama teman- temannya sudah mendapatkan  sekitar 50 gram. Kelompok lain  banyak yang mendapat lebih banyak. ‘Selama sebulan ini dapat sekitar 50 gram,” katanya.   Di antara warga yang memburu manik-manik itu, juga ada yang  baru mencari. Selama ikut membuat   lubang dan mencari manik-manik itu ada yang belum mendapat hasil memuaskan.

“Saya belum dapat  apa-apa,” terang Mohammad Rudi,  25, warga sekitar yang mengaku  baru dua hari ikut mencari manik-manik. (radar)

Loading...