Hemodialisa Kini Bisa di RS Al Huda

0
953
CANGGIH: Alat hemodialisa yang digunakan untuk melayani pasien gagal ginjal di RS Al Huda Genteng.

GENTENG-Era seorang dokter hanya terpekur  tanpa daya menatap pasiennya, seorang penderita gagal ginjal terminal yang kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal, sebenarnya sudah terlampaui. Dewasa ini, penyakit gagal ginjal adalah satu di antara sedikit penyakit, yang telah ditemukan cara pengobatannya, meski pada tahap terminal sekali pun.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menurut dr. Suryadinata, Manajer Rawat Jalan Rumah Sakit (RS) Al Huda Genteng, pada era sebelumnya penderita gagal ginjal terminal hanya dapat diobati secara konservatif dan mengatur dietnya saja. “Secara lambat, tapi pasti kondisi klinis pasien akan tetap memburuk dan selalu berakhir dengan kematian,” terangnya.

Saat ini, kondisinya sudah berbeda jauh. RS Al Huda Genteng memberikan pelayanan hemodialisa atau cuci darah sejak tahun 2008. Bahkan, kini lebih dari 230 kali tindakan per bulan. Baik bagi pasien yang memiliki Asuransi Kesehatan (Askes) maupun non-Askes. Dokter yang akrab disapa Surya itu menjelaskan, hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi pengganti ginjal, untuk mengeluarkan sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia.

Seperti air, natrium, kalium, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain. Cara mengeluarkannya melalui membran semi permeable, sehingga dapat dikatakan bahwa hemodialisa dapat menggantikan fungsi ginjal agar pasien dapat bertahan hidup. “Meski pun tidak sesempurna, bila ginjal masih berfungsi,” jelasnya. Ditambahkan, hemodialisa juga membantu keseimbangan cairan dan elektrolit pada tubuh.

Loading...

Sekaligus membantu mengeluarkan zat-zat sisa atau buangan. Setelah selesai proses hemodialisa, pasien akan pulang dalam keadaan lebih segar. Bahkan, memiliki bobot badan yang ideal. “Dengan hemodialisa secara rutin dan teratur, pasien dapat menjalani aktivitas secara normal,” imbuhnya. Surya menambahkan, tindakan hemodialisa pada pasien gagal ginjal secara ideal dilakukan dua atau tiga kali seminggu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last