sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono membuat pernyataan mengejutkan terkait aksi demonstrasi di Gedung DPR RI pekan ini.
Ia menegaskan, gelombang protes tersebut bukan sepenuhnya murni aspirasi masyarakat, melainkan ditunggangi kepentingan asing.
Baca Juga: Driver Ojol Tewas Dilindas Barracuda Brimob, Netizen Tuntut DPR RI Dengarkan Suara Rakyat
“Karena saya tahu, saya enggak lebih pintar dari kalian. Saya hanya mengalami semua. Dan ini ada yang main. Pada waktunya saya bisa sampaikan siapa yang main. Itu dari sana,” ujar Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Guru besar ilmu intelijen itu menyebut, pihak luar negeri menggerakkan jejaring di dalam negeri. Namun, sebagian besar pengikutnya diyakini tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanfaatkan.
“Dalangnya dari luar. Orang luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Saya sangat yakin kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti kalau sedang dipakai. Tapi nanti waktunya harus dibuka,” jelasnya.
Baca Juga: Dekrit Gus Dur 2001 Viral Lagi Setelah Dua Dekade! Bubarkan DPR Berujung Pelengseran
Menurut Hendropriyono, aktor asing yang dimaksud bukanlah pemerintah resmi negara lain, melainkan tokoh berpengaruh dengan kepentingan global atau non-state actor.
Ia menyinggung nama-nama besar seperti George Soros, George Tenet, David Rockefeller, hingga Michael Bloomberg.
Ia menilai, tujuan mereka sama dengan kolonialisme masa lalu. Bedanya, jika dulu penjajahan dilakukan dengan senjata, kini menggunakan isu demokrasi dan strategi melemahkan stabilitas negara.
Baca Juga: Gerbang DPR Ditutup, Puluhan Rantis Brimob Jaga Ketat Parlemen
“Tujuannya sama saja. Dari dulu juga ingin menjajah. Bedanya dulu pakai peluru dan bom, sekarang lewat demokrasi. Kalau kita diam saja, ya habis kita,” tandasnya.
Seperti diketahui, ribuan massa dari berbagai elemen menggelar aksi besar di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Demo yang kemudian dikenal sebagai Demo 25 Agustus itu menyoroti Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset hingga protes kenaikan tunjangan DPR.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono membuat pernyataan mengejutkan terkait aksi demonstrasi di Gedung DPR RI pekan ini.
Ia menegaskan, gelombang protes tersebut bukan sepenuhnya murni aspirasi masyarakat, melainkan ditunggangi kepentingan asing.
Baca Juga: Driver Ojol Tewas Dilindas Barracuda Brimob, Netizen Tuntut DPR RI Dengarkan Suara Rakyat
“Karena saya tahu, saya enggak lebih pintar dari kalian. Saya hanya mengalami semua. Dan ini ada yang main. Pada waktunya saya bisa sampaikan siapa yang main. Itu dari sana,” ujar Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Guru besar ilmu intelijen itu menyebut, pihak luar negeri menggerakkan jejaring di dalam negeri. Namun, sebagian besar pengikutnya diyakini tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanfaatkan.
“Dalangnya dari luar. Orang luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Saya sangat yakin kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti kalau sedang dipakai. Tapi nanti waktunya harus dibuka,” jelasnya.
Baca Juga: Dekrit Gus Dur 2001 Viral Lagi Setelah Dua Dekade! Bubarkan DPR Berujung Pelengseran
Menurut Hendropriyono, aktor asing yang dimaksud bukanlah pemerintah resmi negara lain, melainkan tokoh berpengaruh dengan kepentingan global atau non-state actor.
Ia menyinggung nama-nama besar seperti George Soros, George Tenet, David Rockefeller, hingga Michael Bloomberg.
Ia menilai, tujuan mereka sama dengan kolonialisme masa lalu. Bedanya, jika dulu penjajahan dilakukan dengan senjata, kini menggunakan isu demokrasi dan strategi melemahkan stabilitas negara.
Baca Juga: Gerbang DPR Ditutup, Puluhan Rantis Brimob Jaga Ketat Parlemen
“Tujuannya sama saja. Dari dulu juga ingin menjajah. Bedanya dulu pakai peluru dan bom, sekarang lewat demokrasi. Kalau kita diam saja, ya habis kita,” tandasnya.
Seperti diketahui, ribuan massa dari berbagai elemen menggelar aksi besar di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Demo yang kemudian dikenal sebagai Demo 25 Agustus itu menyoroti Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset hingga protes kenaikan tunjangan DPR.