Hidup Tanpa Lampu, Selalu Nyoblos saat Pemilu

0
3651
SENDIRI: Syawal di rumahnya di kawasan hutan Gumuk Jambe, Dusun Sragi Tengah, Desa Sragi, Kecamatan Songgon.

Mbok Syawal, 65, satu-satunya warga yang menetap di hutan pinus kawasan Gumuk Jambe, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Selama 25 tahun perempuan kelahiran Bondowoso itu hidup tanpa jaringan listrik.
-ALI NURFATONI, Songgon-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SETELAH menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, motor yang saya kendarai akhirnya tiba di sebuah rumah di tengah hutan pinus kawasan Perhutani Bayu Kidul kemarin. Persisnya di kawasan Gumuk Jambe, Dusun Sragi Tengah, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Di situ hanya ada satu rumah penduduk.

Mendengar bunyi kendaraan, seorang perempuan tua tiba-tiba keluar dan berdiri di depan pintu rumah berdinding kayu itu. Sang pemilik rumah itu adalah Mbok Syawal, 65. Tanpa banyak tanya, janda beranak satu itu mempersilakan wartawan koran ini masuk ke rumahnya.

Tidak ada kursi di dalam rumah itu, apalagi sofa. Hanya ada beberapa ekor ternak dan binatang piaraan. Ada kucing dan beberapa ekor ayam kampung. Praktis, karena hewan leluasa keluarmasuk membuat tempat tinggal tersebut menjadi kumuh dan bau.

Sejumlah perabotan dapur juga tidak tertata dengan baik. Untuk mendapatkan kebutuhan dapur, nenek tersebut harus pergi ke pasar. Menuju pasar di desa terdekat, janda tersebut harus berjalan kaki sejauh satu kilometer. Jalan yang dilalui merupakan jalan setapak yang kondisinya naik-turun. Meski begitu, menuju pasar terdekat di Desa Sumber Arum, dia tidak membutuhkan waktu terlalu lama, hanya 45 menit.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last