Hilangkan Prilaku BAB Sembarangan

0
154
Mujito, SKM, MMKes

Puskesmas Wonosobo Targetkan 2013 ODF


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SRONO-Mengubah prilaku memang tidak mudah, termasuk prilaku masyarakat yang buang air besar (BAB) di sembarang tempat. Di beberapa tempat di wilayah kerja Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Srono, masih banyak yang buang air di sembarang tempat. Terutama di daerah-daerah yang dialiri sungai.

Ada banyak alasan bagi mereka yang masih melakukan itu. Bahkan yang sudah memiliki WC dirumahnya pun masih ada yang buang air besar di sungai. Prilaku buruk itu sangat merugikan dan sekaligus menjijikkan. Banyak sekali penyakit menular yang bisa ditularkan melalui prilaku buruk tersebut. Salah satunya penyakit diare.

Penyakit itu bisa dengan mudah menular dan cenderung menjadi wabah dalam sekejap, karena prilaku itu. Nah, untuk mengatasinya, Puskesmas Wonosobo mencanangkan program pemicuan serentak di titik-titik yang ditengarai masyarakatnya masih buang air di sembarang tempat. Setelah didata, ada 42 titik yang menjadi lahan garapan pemicuan tersebut.

Loading...

Pada bulan Maret 2012, program tersebut dicanangkan. Hasilnya, sampai bulan ini semua titik telah tuntas dipicu. “Masyarakat sangat antusias mengikuti program tersebut,” ungkap Mujito, SKM, MMKes, kepala Puskesmas Wonosobo, kemarin. Ma syarakat telah membuat kesepakatan-kesepakatan. Yang menarik, untuk pengadaan WC mereka, ada yang menggunakan sistem arisan.

Ada juga yang sistem bantu-membantu dan cara lain. “Tentu saja yang terpenting dari itu adalah mereka berkomitmen untuk merubah prilakunya, sehingga nanti tidak ada lagi yang buang air besar di sembarang tempat,” harap Mujito. Dalam program pemicuan tersebut, Puskesmas Wonosobo menggandeng berbagai kalangan dari lintas sektor, desa, dan kecamatan.

Bahkan, juga meng-gandeng pengusaha lokal guna membantu pengadaan WC bagi warga yang tidak mampu. Puskesmas juga bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Stikes menerjunkan mahasiswanya mem-bantu program pemicuan itu. Tidak tanggung-tanggung, Stikes mengirimkan 48 mahasiswa kebidanan (Akbid).

Mereka ikut serta menyukseskan program pemicuan itu di sela-sela praktik komunitas di Desa Wonosobo. “Target kami adalah tahun depan (2013) wilayah kerja Pusesmas Wonosobo sudah ODF. Sudah tidak ada lagi orang yang buang air besar di sembarang tempat,” tegas Mujito. Mujito bertekad, pihaknya akan terus bekerja keras untuk mencapai target itu. “Kelihatannya, target itu akan tercapai,” ujarnya optimistis. (radar)

Loading...