Hindari Budaya Kekerasan

0
250

FENOMENA kekerasan kita rasakan semakin meningkat akhir-akhir ini. Banyak adegan-adegan kekerasan yang disajikan media cetak maupun elektronik menggambarkan secara detail model kekerasan yang menyertai predicate kasus awalnya, mulai dari aksi geng motor, persoalan pertanahan hingga konflik Pemilukada. Berbagai tayangan tersebut – secara tidak langsung – dapat mempengaruhi (perilaku) masyarakat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kekerasan merupakan suatu fenomena universal (tidak dibatasi oleh ruang dan waktu). Usianya setua sejarah dan peradaban manusia. Jadi pengalaman dan memori masa lampau dan sekarang manusia dijejali secara berlimpah ruah oleh sikap, aksi, dan tindak kekerasan, dan tidak seorangpun atau  tidak satu komunitas pun yang luput dari aksi kekerasan dalam berbagai bentuk dan manifestasinya.

Sebenarnya sebelum fenomena globalisasi di bidang ekonomi dan  perdagangan, sikap dan tindak kekerasan sudah menjadi gejala mondial. Peristiwa, berita, karya sastra, film dan berbagai media massa makin didominasi oleh tema-tema kekerasan. Karena kecenderungan itu berlangsung secara terus menerus dan setiap saat maka manusia menjadi tidak peka bahkan menjadi mati rasa terhadap gejala kekerasan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Kemah Santri Awali Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi