Jaga Semalaman, Banyak Siswa Absen Sekolah

0
371
NANGIS: Guru berusaha menenangkan siswa TK Melati di Dusun Bejong.

Ada tiga Dusun di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, yang sudah ditetapkan sebagai zona merah Gunung Raung. Bagaimana keseharian warga menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut?


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

NAIKNYA aktivitas vulkanik gunung terbesar se-Pulau Jawa itu menimbulkan keresahan warga desa setempat. Yang paling waswas adalah warga yang tinggal di perkebunan Bayu Kidul. Ada tiga dusun yang menjadi prioritas jika sewaktuwaktu gunung meletus.

Tiga dusun itu adalah Dusun Bejong, Dusun Lider, dan Dusun Kampung Anyar. Tidak mudah menjangkau tiga permukiman warga itu. Sebab, akses jalan menuju tiga permukiman itu cukup terjal. Jalan yang ditempuh naik turun. Di musim kemarau seperti saat ini, debu bertebaran ketika kendaraan melintas. Meski begitu, semilir angin yang berembus bisa mengurangi kepenatan.

Dahaga pun seakan sirna dengan suguhan panorama alam yang cukup memesona. Setelah menyusuri hutan pinus dan perkebunan tebu, saya masuk kampung Palbatu. Tidak banyak rumah yang berdiri di kawasan yang masuk Dusun Bejong tersebut Kemudian, saya melanjutkan perjalanan menuju pusat Dusun Bejong. Dibutuhkan waktu sekitar sepuluh menit dari Palbatu. Di perkampungan tersebut, selain rumah dan masjid, juga ada bangunan sekolah.

Sekolah yang ada adalah sekolah TK dan SD. Aktivitas belajar-mengajar di dua sekolah ter sebut berjalan normal. Meski begitu, tidak sedikit siswa yang tidak masuk sekolah setelah status Gunung Raung siaga. ‘’Ada banyak murid yang tidak masuk. Kata orang tuanya mereka izin pergi,” ungkap Antin, guru SDN 4 Desa Sumberarum.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last