Radarbanyuwangi.id – Momen menjelang Ramadan identik dengan tradisi nyekar alias berziarah ke makam orang tua atau keluarga dekat.
Momentum ini dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara berjualan bunga tabur.
Tak ayal, sejak beberapa hari terakhir banyak pedagang bunga tabur musiman di sejumlah sudut Kota Banyuwangi.
Ada yang berjualan di kawasan jalan protokol, di area tempat pemakaman umum (TPU), ada pula yang menjajakan dagangannya di kawasan Pasar Banyuwangi, tepatnya di sekitar Taman Sritanjung.
Salah satu pedagang bunga di kawasan Pasar Banyuwangi, yakni Suhaimah mengatakan, dirinya memanfaatkan momentum datangnya bulan suci Ramadan untuk menyambut rezeki denga cara berjualan bunga tabur.
”Alhamdulillah, banyak yang beli. Bahkan, kadang ada yang memborong mulai tiga sampai lima kantong keresek,” ujarnya Minggu (10/3).
Perempuan yang sehari-harinya berjualan kue basah ini mengaku sudah berjualan bunga tabur sejak Sabtu (9/3).
Dia membuka lapak bunga tabur tersebut sejak pukul 08.00 hingga malam. Dia menjual bunga tabur seharga Rp 5 ribu per kemasan. Setiap kemasan berisi campuran banyak jenis bunga.
”Alhamdulillah, laku sekali. Kadang ada yang memborong Rp 50 ribu,” tuturnya.
Suhaimah menyebut, ada beberapa jenis bunga yang dipetik sendiri dari tanaman sekitar rumahnya.
Sedangkan beberapa jenis bunga yang lain dia beli dari pedagang di pasar.
Suhaimah menambahkan, selama dua hari berjualan, dirinya bisa meraup hasil yang cukup lumayan.
”Sehari totalnya bisa dapat lebih dari Rp 200 ribu. Sudah termasuk untung. Biasanya banyak yang beli untuk nyekar pada sore hari. Jadi, kami menyiapkan stok bunga segar mulai siang,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)