Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Jembatan Darurat Sungailembu Rampung, Truk Logistik Kembali Bisa Melintas Pesanggaran Banyuwangi

jembatan-darurat-sungailembu-rampung,-truk-logistik-kembali-bisa-melintas-pesanggaran-banyuwangi
Jembatan Darurat Sungailembu Rampung, Truk Logistik Kembali Bisa Melintas Pesanggaran Banyuwangi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jembatan darurat untuk kendaraan berat pengganti Jembatan Sungailembu, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, yang ambrol pada Juli 2025 lalu akhirnya rampung dikerjakan.

Infrastruktur yang dibangun sejak pertengahan November lalu tersebut sudah bisa dilalui truk logistik Kamis (8/1).

Selain truk logistik, jembatan darurat ini juga bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat ukuran kecil seperti mobil pribadi dari dan menuju Dusun Sungailembu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Jembatan sementara yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi itu menjadi akses vital bagi warga maupun kendaraan logistik di wilayah Kecamatan Pesanggaran.

“Sudah bisa dilewati, juga sudah ditinjau oleh Pak Wakil Bupati Mujiono beberapa waktu lalu,” kata Kepala Direksi Teknik Lapangan Dinas (PU CKPP) Banyuwangi Rustam Effendi.

Menurut Fendi, sapaan akrabnya, hadirnya jembatan darurat itu bisa menjadi solusi persoalan truk logistik yang kerap tidak bisa melintas Sungailembu saat air sungai meluap.

“Sebelumnya, saat air meluap truk logistik yang hendak menyeberangi sungai harus menunggu air surut terlebih dahulu,” tuturnya.

Pelaksana proyek tersebut, yakni Yogi Permadi menjelaskan bahwa jembatan darurat itu mampu menampung beban hingga sekitar 20 ton.

“Untuk 20 ton masih bisa. Sehingga dari atasan diminta batas kendaraan yang boleh melintas adalah 20 ton,” ungkapnya.

Menurut Yogi, rangka jembatan darurat itu dibuat dengan bentangan 30 meter dan lebar 3,6 meter. Ia menyebut, proses pengerjaan dilakukan secara estafet.

Rangkaian jembatan dipasang dari sebelah timur dan digeser sedikit demi sedikit sampai ke ujung barat.

“Kami start pagi, jika memungkinkan juga diberlakukan lembur supaya cepat rampung,” tuturnya.

Yogi menyebut, setelah proses observasi yang panjang, pihaknya memutuskan membangun jembatan tidak jauh dari lokasi jembatan yang ambrol.

Menurutnya lokasi tersebut memiliki struktur tanah yang kuat. “Itu sudah kami hitung, kami rasa paling aman,” pungkasnya. (sas/sgt)