Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Gilimanuk–Mengwi Dipastikan Lelang Ulang, KPBU Jadi Skema Cari Investor Baru

tol-gilimanuk–mengwi-dipastikan-lelang-ulang,-kpbu-jadi-skema-cari-investor-baru
Tol Gilimanuk–Mengwi Dipastikan Lelang Ulang, KPBU Jadi Skema Cari Investor Baru

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah pusat memastikan kelanjutan proyek strategis nasional Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali.

Setelah sempat terhenti akibat mundurnya badan usaha sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan proyek jalan tol terpanjang di Pulau Dewata itu akan dilelang ulang dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Langkah lelang ulang dilakukan untuk mencari investor baru yang bersedia menggarap proyek infrastruktur vital tersebut.

Tol Gilimanuk–Mengwi selama ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas Bali Barat hingga Bali Selatan, sekaligus solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan jalur Denpasar–Gilimanuk.

Proyek tol sepanjang sekitar 96,84 kilometer itu juga masuk dalam daftar 19 proyek jalan tol baru yang akan dilelang pemerintah pada 2026. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp25,4 triliun.

Spesifikasi Teknis Tol Gilimanuk–Mengwi

Dalam desain awal, Tol Gilimanuk–Mengwi dirancang dengan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan karakter lalu lintas Bali, termasuk kendaraan logistik dan pariwisata.

Tol ini didesain dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.

Di bagian awal, jalan tol akan memiliki empat lajur, kemudian melebar menjadi enam lajur di bagian akhir mendekati kawasan Denpasar dan Badung.

Setiap lajur dirancang selebar 3,6 meter, ukuran yang dinilai memadai untuk kendaraan niaga maupun kendaraan pribadi.

Sementara itu, bahu jalan dirancang selebar 3 meter, cukup untuk menampung kendaraan besar yang berhenti dalam kondisi darurat.

Median jalan akan dibangun selebar 5,5 meter guna meningkatkan faktor keselamatan.

Dari sisi kebutuhan lahan, total area yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare.

Hingga saat ini, lahan yang berhasil dibebaskan baru sekitar 44,6 hektare, sebagian besar berupa tanah milik pemerintah daerah.


Page 2


Page 3

Tiga Seksi Utama

Berdasarkan desain awal, Tol Gilimanuk–Mengwi dibagi menjadi tiga seksi utama.

Seksi pertama membentang dari Gilimanuk hingga Pekutatan, mulai KM 0 sampai KM 49+200, dengan panjang sekitar 53,6 kilometer.

Seksi kedua menghubungkan Pekutatan hingga Antosari dengan panjang sekitar 24,3 kilometer.

Sedangkan seksi ketiga membentang dari Antosari hingga Mengwi sepanjang 18,9 kilometer, dan berakhir di exit tol KM 96+161.

Dari pintu keluar tol tersebut, masih akan dibangun jalan penghubung sepanjang sekitar 77 meter yang tembus langsung ke Jalan I Gusti Ngurah Rai, Mengwi.

Lokasi exit tol ini terbilang strategis karena berada tidak jauh dari kawasan Pura Taman Ayun.

Dari titik tersebut, pengguna jalan bisa memilih berbelok ke kanan menuju Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung dan Denpasar, atau ke kiri menuju arah Danau Batur, Singaraja, hingga Buleleng.

Sementara itu, pintu masuk awal tol direncanakan berada di dekat pelabuhan kargo Gilimanuk, sehingga terintegrasi langsung dengan jalur logistik dari Jawa ke Bali.

Enam Simpang Susun

Untuk menunjang aksesibilitas, Tol Gilimanuk–Mengwi akan dilengkapi enam simpang susun atau interchange.

Simpang Susun Cekik berada di STA 800, sekitar 800 meter dari pintu masuk tol di kawasan pelabuhan kargo Gilimanuk.

Simpang Susun Banyubiru direncanakan berada di KM 22+700, disusul Simpang Susun Negara di STA 32+100.

Selanjutnya, Simpang Susun Pekutatan berada di STA 54+500, Simpang Susun Antosari di KM 76+132, dan Simpang Susun Wanasari di KM 89+225.

Keberadaan simpang susun ini diharapkan membuka akses baru bagi kawasan Jembrana, Tabanan, hingga Badung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah yang selama ini relatif tertinggal.