Joko Upal Divonis Setahun Penjara

0
333
TERIMA PUTUSAN: Joko Bin Ambat mendengarkan vonis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, kemarin.

SONGGON – Masih ingat kasus peredaran uang palsu (upal) dengan tersangka Joko bin Ambat, 50, warga Dusun Pelanteran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, bulan Juni 2012 lalu?


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kemarin Joko harus berhadapan dengan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Dia akhirnya dinyatakan bersalah dan divonis setahun penjara.

Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim Siyoto didampingi dua hakim anggota, Bawono Eff endi dan Afrizal Hadi. “Berdasar bukti dan keterangan saksi, saudara terdakwa terbukti bersalah,” tegas Siyoto. Vonis setahun itu berdasar pengakuan terdakwa ketika disidang.

Loading...

Joko mengakui semua perbuatannya, yaitu mengedarkan upal. Perbuatan itu melanggar Pasal 245 KUHP. “Maka,dengan ini Saudara divonis  setahun penjara, dan membayar biaya perkara sebesar Rp 2 ribu,” kata Siyoto. Putusan setahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim itu sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Eka Sabana.

Dalam tuntutannya, jaksa muda yang segera geser ke Kejari Singaraja, Bali, itu juga meminta majelis hakim menghukum terdakwa setahun penjara. Menurut Siyoto, setahun penjara itu telah mempertimbangkan hal yang memberatkan, seperti meresahkan masyarakat.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Sidang Kasus Terbunuhnya Karyawan Bank Berujung Ricuh