sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus pengguna jalan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Menurutnya, titik pertemuan antara rel kereta api dan jalan raya membutuhkan perhatian penuh dari setiap pengendara.
“Kendaraan yang akan melintas harus berhenti terlebih dahulu sebelum melintas di perlintasan sebidang. Tengok kiri dan kanan. Apabila sudah yakin tidak ada kereta api yang akan melintas, barulah dapat melalui perlintasan tersebut,” ujar Anne, Kamis (12/3/2026).
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Dalam periode tersebut, perusahaan menutup 45 perlintasan sebidang, menertibkan sembilan bangunan liar di sekitar jalur, serta melaksanakan 243 kegiatan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.
Selain itu, edukasi keselamatan juga dilakukan melalui 32 kegiatan sosialisasi di sekolah dan pemasangan 51 spanduk keselamatan di berbagai titik strategis.
Upaya ini merupakan kelanjutan dari program keselamatan yang telah dilakukan sepanjang 2025. Selama tahun tersebut, KAI tercatat melaksanakan 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan, 212 sosialisasi di sekolah, 316 penutupan perlintasan, serta pemasangan 687 spanduk keselamatan di berbagai wilayah.
Anne menegaskan bahwa keberadaan palang perlintasan bukan satu-satunya penentu keselamatan. Kewaspadaan pengendara tetap menjadi faktor utama, bahkan ketika palang pintu dalam kondisi terbuka atau tidak tersedia.
“Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri meskipun palang pintu terbuka atau tidak tersedia. Kewaspadaan sederhana tersebut dapat menjaga perjalanan kereta api dan pengguna jalan tetap aman,” kata Anne.
KAI juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi perlintasan sebidang serta mengembangkan solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover atau underpass guna mengurangi potensi kecelakaan.








