Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Nasib Tol Gilimanuk–Mengwi Terkuak: Pemerintah Prioritaskan Seksi Pekutatan–Mengwi, Simpang Susun Kerambitan Ditambah

nasib-tol-gilimanuk–mengwi-terkuak:-pemerintah-prioritaskan-seksi-pekutatan–mengwi,-simpang-susun-kerambitan-ditambah
Nasib Tol Gilimanuk–Mengwi Terkuak: Pemerintah Prioritaskan Seksi Pekutatan–Mengwi, Simpang Susun Kerambitan Ditambah

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Teka-teki kelanjutan megaproyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali akhirnya mulai menemui titik terang.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum melakukan penataan ulang lingkup pembangunan proyek tol tersebut.

Fokus pembangunan kini dialihkan pada Seksi II dan Seksi III yang dinilai memiliki potensi lalu lintas dan kelayakan investasi lebih tinggi.

Sementara itu, pembangunan Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk dan Pekutatan ditunda sementara.

Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan proyek berjalan lebih realistis dan menarik bagi investor.

Fokus Pembangunan Dialihkan

Kepala Dinas PUPRP Jembrana, I Wayan Sudiarta, menjelaskan bahwa perubahan tersebut merujuk pada surat Direktur Jalan Bebas Hambatan tertanggal 11 Februari 2026.

Menurutnya, pemerintah kini memprioritaskan pembangunan pada dua ruas utama, yaitu Pekutatan–Soka dan Soka–Mengwi.

“Saat ini tengah dilakukan pemutakhiran kajian kelayakan dan review desain dasar (Basic Design). Setelah rampung, dokumen akan diserahkan ke Gubernur Bali untuk penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok) yang baru,” jelas Sudiarta, sebagaimana dilansir dari Radar Bali.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan kelayakan investasi sekaligus memastikan proyek dapat berjalan secara bertahap.

Penambahan Simpang Susun Kerambitan

Salah satu perubahan teknis yang cukup signifikan dalam pemutakhiran desain proyek adalah penambahan akses baru berupa Simpang Susun Kerambitan di wilayah Kerambitan, Tabanan.

Penambahan simpang susun tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun, perubahan desain ini juga membuat sejumlah dokumen teknis perlu diperbarui, termasuk dokumen AMDAL dan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).


Page 2

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa kawasan Gilimanuk–Pekutatan belum dianggap memiliki traffic kendaraan yang cukup tinggi oleh investor.

“Ramai traffic bukan di situ,” kata Dody.

Karena itu, pemerintah melakukan penataan ulang proyek agar lebih fokus pada wilayah dengan potensi lalu lintas lebih tinggi.

Harapan dari Pengembangan Pariwisata

Selain kepadatan penduduk yang lebih tinggi, wilayah Pekutatan hingga Mengwi juga dinilai memiliki potensi integrasi kawasan yang lebih kuat.

Pemerintah juga tengah merencanakan pembangunan kawasan wisata besar di wilayah Pekutatan.

Proyek wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan arus kendaraan dari kawasan Denpasar dan Badung menuju wilayah barat Bali.

Jika rencana tersebut terealisasi, traffic kendaraan di ruas tol yang direncanakan diperkirakan akan meningkat signifikan.

Nasib Lahan Warga Mulai Jelas

Perubahan skema pembangunan tol juga membawa kabar baik bagi sebagian warga di wilayah Jembrana.

Seiring berakhirnya masa berlaku Penlok lama pada Februari lalu, pemblokiran lahan warga yang sebelumnya terdampak di Seksi I kini otomatis dicabut.

Dengan demikian, pemilik lahan kembali memiliki kebebasan untuk melakukan transaksi jual beli, pengalihan hak, maupun menjadikan aset mereka sebagai agunan bank.

Kebijakan tersebut sekaligus menjawab keresahan warga yang sebelumnya merasa hak ekonominya terhambat akibat status lahan yang tidak jelas selama proses perencanaan proyek.

Pembangunan Diharapkan Lebih Terukur

BPJT menegaskan bahwa penataan ulang lingkup proyek merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan berjalan lebih terukur.


Page 3

Dokumen tersebut direncanakan akan diperbarui dalam paket kontraktual proyek pada tahun 2026.

Proses Lelang Ulang Disiapkan

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyebutkan bahwa proyek ini kini memasuki tahap penting dalam proses lelang ulang.

BPJT saat ini tengah menyusun kembali dokumen kriteria kesiapan proyek atau readiness criteria.

Langkah tersebut dilakukan agar proyek tol ini lebih menarik bagi investor.

“Sejalan dengan rencana tersebut, juga tengah dilakukan penyusunan kembali dokumen readiness criteria sebagai bagian dari penyiapan pelelangan pengusahaan jalan tol,” ujar Wilan.

Empat Pilar Kesiapan Proyek

Kementerian PU menekankan bahwa proses persiapan proyek kini difokuskan pada empat pilar utama.

Pertama adalah aspek teknis dan perencanaan yang mencakup peninjauan ulang studi kelayakan serta desain teknis proyek.

Kedua adalah kesiapan lahan dan lingkungan, termasuk pembaruan dokumen AMDAL serta validasi Penetapan Lokasi.

Ketiga adalah aspek hukum dan institusi yang memastikan proyek sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.

Sedangkan pilar keempat adalah aspek finansial yang berkaitan dengan kepastian dukungan pembiayaan serta skema investasi yang realistis.

Tantangan Rendahnya Minat Investor

Meski telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional pada era Presiden Prabowo Subianto, proyek tol ini masih menghadapi tantangan serius.

Salah satu kendala utama adalah rendahnya volume lalu lintas di beberapa ruas yang direncanakan.


Page 4