Karanganom Rob 1 Meter

0
582

BANYUWANGI – Banjir rob merendam puluhan rumah warga Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, siang kemarin (12/3). Banjir itu disebabkan air laut mengalami pasang hingga menggenangi permukiman warga. Air yang masuk permukiman warga setinggi di atas lutut orang dewasa.

Tidak sedikit warga yang panik saat air laut itu masuk ke rumah. Perabotan rumah dipastikan akan rusak jika terendam air laut. Beberapa warga pun berusaha menyelamatkan perabotan rumahnya ke tempat yang lebih tinggi. “Tinggi air sekitar 75 centimeter. Mungkin juga ada yang satu meter,” jelas Abdurrahman, salah satu warga Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, kemarin.

Banjir rob yang terjadi di perkampungan RT 3 RW II, Lingkungan Karanganom, tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak Sabtu lalu (10/3). Hanya, banjir rob dengan debit air laut paling besar terjadi kemarin. Saking besarnya, air merangsek ke rumah-rumah warga.

“Hari ini banjirnya paling besar. Airnya juga paling tinggi,” kata Abdurrahman.
Menurut Abdurrahman, banjir rob yang menimpa Kampung Karanganom itu sebenarnya tidak hanya terjadi tahun ini. Hampir setiap tahun warga kampung tersebut menjadi korban banjir. “Kadang satu bulan malah dua kali rob. Jadi memang sering,” ujarnya.

Meski sudah langganan banjir, tapi pemerintah tidak segera turun tangan. Plengsengan yang pernah dijanjikan, ternyata hingga kini belum terwujud. “Dulu pernah dibuatkan tanggul, tapi tetap tidak mampu mengatasi banjir,” cetusnya. Banjir rob yang terjadi di sepanjang pantai sekitar Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, itu terlihat cukup besar.

“Di dalam rumah airnya juga cukup tinggi,” sebut warga Karanganom lainnya. Air laut yang menggenangi perumahan warga itu mulai terjadi sekitar pukul 09.30. Ketinggian air mencapai puncak pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00. Pada saat itu, ketinggian air mencapai 75 centimeter hingga satu meter. “Hari ini (kemarin) airnya paling tinggi,” kata Mudhofir, warga Lingkungan Karanganom.

Baca :
Lewat Jalur Tikus, 35 Pemudik Dipaksa Putar Balik

Dari puluhan rumah warga yang tergenang akibat banjir rob, rumah Mudhofir yang berada paling barat perkampungan itu kondisinya paling parah. Hingga pukul 14.00, banjir di beberapa rumah lain sudah mulai surut. Namun, ketinggian air di rumah Mudhofir masih mencapai lutut orang dewasa. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” terang Mudhofir.

Gara-gara banjir menggenangi rumahnya, keluarga Mudhofir tidak bisa masak. “Semua perabotan kita taruh di atas meja. Kita juga tidak bisa tidur dengan tenang,” katanya. (radar)