sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi kian meluas.
Tidak hanya menangani kebakaran, instansi ini juga mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kejadian penyelamatan non-kebakaran selama lima tahun terakhir, terhitung sejak 2021 hingga 2025.
Data resmi Damkarmat Banyuwangi menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dari tahun ke tahun.
Pada 2021, tercatat hanya 17 kejadian penyelamatan non-kebakaran. Dari jumlah tersebut, mayoritas berupa penyelamatan hewan, disusul penanganan bencana alam.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Yopi Bayu Irawan, mengatakan tren peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kedaruratan Damkarmat.
“Damkarmat Banyuwangi terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan petugas untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Memasuki 2022, jumlah kejadian meningkat hampir empat kali lipat menjadi 64 kasus.
Jenis penanganan masih didominasi penyelamatan hewan, kemudian disusul penyelamatan manusia serta penanganan bencana.
Tren kenaikan terus berlanjut pada 2023. Sepanjang tahun tersebut, Damkarmat Banyuwangi menangani total 209 kejadian penyelamatan non-kebakaran.
Pada periode ini, penyelamatan hewan tetap menjadi kasus terbanyak, diikuti penanganan bencana, penyelamatan harta benda, serta penyelamatan manusia.
Lonjakan yang lebih drastis terjadi pada 2024. Jumlah kejadian melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai 449 kasus.
Pola penanganan relatif sama, dengan penyelamatan hewan masih mendominasi, disusul penanganan bencana, penyelamatan harta benda, dan penyelamatan manusia.
Peningkatan paling signifikan tercatat pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, Damkarmat Banyuwangi berhasil menangani sebanyak 724 kejadian penyelamatan non-kebakaran. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Jenis kejadian yang paling banyak ditangani tetap penyelamatan hewan, kemudian penanganan bencana, penyelamatan manusia, dan penyelamatan harta benda,” ungkap Yopi.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi kian meluas.
Tidak hanya menangani kebakaran, instansi ini juga mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kejadian penyelamatan non-kebakaran selama lima tahun terakhir, terhitung sejak 2021 hingga 2025.
Data resmi Damkarmat Banyuwangi menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dari tahun ke tahun.
Pada 2021, tercatat hanya 17 kejadian penyelamatan non-kebakaran. Dari jumlah tersebut, mayoritas berupa penyelamatan hewan, disusul penanganan bencana alam.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Yopi Bayu Irawan, mengatakan tren peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kedaruratan Damkarmat.
“Damkarmat Banyuwangi terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan petugas untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Memasuki 2022, jumlah kejadian meningkat hampir empat kali lipat menjadi 64 kasus.
Jenis penanganan masih didominasi penyelamatan hewan, kemudian disusul penyelamatan manusia serta penanganan bencana.
Tren kenaikan terus berlanjut pada 2023. Sepanjang tahun tersebut, Damkarmat Banyuwangi menangani total 209 kejadian penyelamatan non-kebakaran.
Pada periode ini, penyelamatan hewan tetap menjadi kasus terbanyak, diikuti penanganan bencana, penyelamatan harta benda, serta penyelamatan manusia.
Lonjakan yang lebih drastis terjadi pada 2024. Jumlah kejadian melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai 449 kasus.
Pola penanganan relatif sama, dengan penyelamatan hewan masih mendominasi, disusul penanganan bencana, penyelamatan harta benda, dan penyelamatan manusia.
Peningkatan paling signifikan tercatat pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, Damkarmat Banyuwangi berhasil menangani sebanyak 724 kejadian penyelamatan non-kebakaran. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Jenis kejadian yang paling banyak ditangani tetap penyelamatan hewan, kemudian penanganan bencana, penyelamatan manusia, dan penyelamatan harta benda,” ungkap Yopi.








