sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecelakaan lalu lintas beruntun di jalan raya Dadapan tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas dari dua arah selama hampir dua jam.
Kemacetan panjang tak terhindarkan, baik dari arah utara maupun selatan.
Panjang kemacetan mencapai hingga 2 kilometer.
Kepadatan kendaraan mengular cukup panjang.
Bahkan, saat Radar Banyuwangi menyusuri arus lalu lintas dari arah selatan menuju utara, kemacetan terpantau mencapai sekitar 2 kilometer dan baru mulai mengurai di sekitar kawasan Kantor Pos Kabat.
Lumpuhnya arus lalu lintas disebabkan posisi tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan berada hampir menutup dua bahu jalan.
Akibatnya, hanya tersisa ruang sempit yang masih bisa dilalui kendaraan roda dua.
Sementara kendaraan roda empat terpaksa berhenti total menunggu proses evakuasi selesai.
Ratna, salah satu pedagang buah yang warungnya berada tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku kemacetan sudah terjadi sejak awal kecelakaan.
“Sejak kejadian, di sini sudah macet. Truk yang ada di depan warung saya dari tadi tidak bergerak sama sekali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Warnaya, sopir truk yang terjebak kemacetan.
Ia mengaku sudah berhenti cukup lama tanpa bisa melanjutkan perjalanan.
“Dari sekitar jam 14.00 WIB sampai mau pukul 16.00 WIB masih belum bisa jalan sama sekali. Mau bagaimana lagi, di depan macet total,” katanya.
Kondisi tersebut membuat banyak pengendara, baik roda dua maupun roda empat, memilih memutar arah dan mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecelakaan lalu lintas beruntun di jalan raya Dadapan tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas dari dua arah selama hampir dua jam.
Kemacetan panjang tak terhindarkan, baik dari arah utara maupun selatan.
Panjang kemacetan mencapai hingga 2 kilometer.
Kepadatan kendaraan mengular cukup panjang.
Bahkan, saat Radar Banyuwangi menyusuri arus lalu lintas dari arah selatan menuju utara, kemacetan terpantau mencapai sekitar 2 kilometer dan baru mulai mengurai di sekitar kawasan Kantor Pos Kabat.
Lumpuhnya arus lalu lintas disebabkan posisi tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan berada hampir menutup dua bahu jalan.
Akibatnya, hanya tersisa ruang sempit yang masih bisa dilalui kendaraan roda dua.
Sementara kendaraan roda empat terpaksa berhenti total menunggu proses evakuasi selesai.
Ratna, salah satu pedagang buah yang warungnya berada tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku kemacetan sudah terjadi sejak awal kecelakaan.
“Sejak kejadian, di sini sudah macet. Truk yang ada di depan warung saya dari tadi tidak bergerak sama sekali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Warnaya, sopir truk yang terjebak kemacetan.
Ia mengaku sudah berhenti cukup lama tanpa bisa melanjutkan perjalanan.
“Dari sekitar jam 14.00 WIB sampai mau pukul 16.00 WIB masih belum bisa jalan sama sekali. Mau bagaimana lagi, di depan macet total,” katanya.
Kondisi tersebut membuat banyak pengendara, baik roda dua maupun roda empat, memilih memutar arah dan mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.







