sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aksi pencurian kembali terjadi. Yang terbaru, maling membobol kedai jus di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Kamis (8/1) dini hari. Pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 2 juta.
Pencurian tersebut baru diketahui penjaga kedai pada Kamis (14/12) pagi.
Saat itu, karyawan tersebut hendak membuka kedai yang berada di tepau jalan menuju Stasiun Kalisetail tersebut.
Salah satu karyawan, Tami, 20, mengatakan, uang tunai yang raib itu diletakkan di laci kedai.
Diduga karyawan yang berjaga pada malam sebelumnya lupa membawa pulang uang hasil penjualan tersebut.
“Biasanya uang hasil penjualan dibawa pulang, tapi kemarin (Kamis) teman saya lupa membawa pulang,” ujarnya, Jumat (9/1).
Tami menyebut, para karyawan panik saat sampai di kedai dan hendak masuk ke toko pada Kamis pagi. Pasalnya, lubang pengait gembok di pintu sudah terpotong.
“Saat datang sudah curiga karena pintunya rusak. Kemungkinan digergaji karena itu bahannya dari besi,” tandasnya.
Benar saja, saat karyawan masuk kedai, laci sudah dalam kondisi berantakan. Uang hasil penjualan selama tiga hari raib dibawa kabur.
“Uangnya sudah tidak ada. Kemungkinan kejadiannya dini hari karena kami tutupnya hampir tengah malam,” terangnya.
Tami menyebut, setelah kejadian di tokonya banyak pemilik kedai lain yang juga mengaku mengalami hal serupa pada malam kejadian di kedai jus tersebut.
“Banyak yang ngeluh juga, ada dua kedai lain yang dibobol,” tandasnya.
Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Desa Sempu, Erwin D membenarkan kejadian pencurian tersebut.
Ia mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aksi pencurian kembali terjadi. Yang terbaru, maling membobol kedai jus di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Kamis (8/1) dini hari. Pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 2 juta.
Pencurian tersebut baru diketahui penjaga kedai pada Kamis (14/12) pagi.
Saat itu, karyawan tersebut hendak membuka kedai yang berada di tepau jalan menuju Stasiun Kalisetail tersebut.
Salah satu karyawan, Tami, 20, mengatakan, uang tunai yang raib itu diletakkan di laci kedai.
Diduga karyawan yang berjaga pada malam sebelumnya lupa membawa pulang uang hasil penjualan tersebut.
“Biasanya uang hasil penjualan dibawa pulang, tapi kemarin (Kamis) teman saya lupa membawa pulang,” ujarnya, Jumat (9/1).
Tami menyebut, para karyawan panik saat sampai di kedai dan hendak masuk ke toko pada Kamis pagi. Pasalnya, lubang pengait gembok di pintu sudah terpotong.
“Saat datang sudah curiga karena pintunya rusak. Kemungkinan digergaji karena itu bahannya dari besi,” tandasnya.
Benar saja, saat karyawan masuk kedai, laci sudah dalam kondisi berantakan. Uang hasil penjualan selama tiga hari raib dibawa kabur.
“Uangnya sudah tidak ada. Kemungkinan kejadiannya dini hari karena kami tutupnya hampir tengah malam,” terangnya.
Tami menyebut, setelah kejadian di tokonya banyak pemilik kedai lain yang juga mengaku mengalami hal serupa pada malam kejadian di kedai jus tersebut.
“Banyak yang ngeluh juga, ada dua kedai lain yang dibobol,” tandasnya.
Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Desa Sempu, Erwin D membenarkan kejadian pencurian tersebut.
Ia mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi.








