Keistimewaan SMPN 2 Kalipuro dari SMP Lain di Banyuwangi

0
1573

Dari kegiatan non akademik, sambung Supriyadi, pembuatan kerajinan dari proses daur ulang juga pernah mengantarkan peserta didiknya memperoleh juara II di tingkat kabupaten beberapa tahun yang lalu. Dia berkomitmen akan terus mengembangkan dan turut serta dalam mengembangkan keterampilan anak didiknya.

“Karena minat siswa semakin meningkat, semua fasilitas yang diperlukan kami alokasikan dari dana BOS, sehingga usai sekolah disini anak-anak mempunyai skill atau keterampilan sesuai minat dan bakat mereka yang bisa dikembangkan lagi. Nantinya kalau memungkinkan produk-produk yang dihasilkan oleh siswa akan diperjualbelikan melalui Galery Sekolah, secara bertahap semoga bisa tercapai,” ungkapnya berharap.

Sementara Guru Bidang Studi Kesenian, Setyaning Utami menambahkan, awalnya peserta didik kita bekali dengan cara membimbing dan pendampingan setiap tatap muka pelajaran kesenian. Sebulan ada empat kali pertemuan. Setelah minat peserta didik mulai tumbuh, pendampingan terus ditingkatkan serta menambah sejumlah fasilitas pendukung untuk kreatifitas keterampilan siswa.

“Seluruh fasilitas seperti alat tenun, mesin jahit, etalase dan banyak lagi yang lainnya dari sekolah semua. Selain itu, seperti batik misalnya, kita membuat motif sendiri yakni batik manggaran atau motif buah kelapa, agar para siswa dapat turut serta melestarikannya. Sedang dari proses daur ulang dari botol atau gelas plastik sampai kulit permen juga dapat dijadikan kerajinan tangan seperti tas, topi, jam dinding, bros dan lainnya,” terang Utami. (timesbanyuwangi.com)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2