Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Tegalsari

0
1245

kelasTEGALSARI-Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini, masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan, yaitu ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi. Hal itu ditandai dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, dan perawatan bayi baru lahir melalui praktik dengan menggunakan buku KIA. Di Puskesmas Tegalsari, program kelas ibu hamil dilaksanakan secara rutin di semua desa. Jumlah peserta maksimal 10 orang setiap kali pertemuan. Di kelas itu, ibu hamil akan diajak belajar bersama, diskusi, dan tukar pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh.

Kelas tersebut dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan/ tenaga kesehatan di setiap desa dengan menggunakan paket kelas ibu hamil, yaitu buku KIA, Flip Chart (lembar balik), pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil, dan pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil. “Di Puskesmas Tegalsari ini, bidan pelaksana kelas ibu hamil adalah semua bidan desa,’’ terang Kepala Puskesmas Tegalsari dr. Hj. Asiah Aswin, MMRS.

Ada pun keuntungan kelas ibu hamil adalah materi diberikan secara menyeluruh dan terencana sesuai pedoman kelas ibu hamil. Materi juga lebih komprehensif, sehingga memudahkan petugas kesehatan dalam menyampaikan materi. Pada pelaksanaan kelas ibu hamil itu, sebelum penyajian materi oleh bidan juga diisi oleh dr. Asiah Aswin, MMRS mengenai topik tertentu. Diharapkan, waktu pembahasan materi menjadi efektif karena metode pembelajaran yang dipakai adalah partisipatif interaktif disertai praktik, ceramah, tanya jawab, peragaan (posisi menyusui, senam hamil), dan curah pendapat.

Materi dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan serta dilakukan evaluasi terhadap petugas kesehatan dalam memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pembelajaran. Dengan diadakannya kelas ibu hamil, lanjut Asiah, pihaknya berharap adanya peningkatan pengetahuan perubahan sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang pemeriksaan kehamilan. “Dengan begitu diharapkan, ibu dan janin sehat, persalinan aman, nifas nyaman, ibu selamat, bayi sehat, sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB,” cetusnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :