Kendang Banyuwangi Diminati diBali

0
4411

SRONO – Perajin alat musik kendang asal Dusun Krajan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, kini mulai kebanjiran  order dari Bali. Malahan, pada akhir  tahun 2015 pesanan itu sempat melonjak. Salah seorang perajin kerangka kendang,  Ahmad Syaifullah, 43, mengaku kerangka  kendang yang diproduksi sejak tahun 2011 k ini mulai diminati sejumlah perajin  kendang asal Bali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Dulu penjualan hanya di Banyuwangi, tapi kini sudah banyak diminati perajin Bali,” cetus Ahmad Syaifullah. Kerangka kendang karyanya itu, terang Ipung, sapaan Ahmad Syaifullah, dibuat dari gelondongan kayu nangka, mahoni,  dan kayu kelapa.

Proses pembuatannya kini tak lagi menggunakan peralatan manual,  tapi sudah menggunakan mesin bubut. “Dulu pernah manual, prosesnya panjang dan lama,” terangnya. Menggunakan dua mesin bubut, Ipung mengaku dalam sehari mampu  memproduksi kerangka kendang  sebanyak 5 hingga 10 buah.

Meski sudah menggunakan tenaga mesin, prosesnya butuh waktu cukup lama. Kayu gelondongan yang dibeli dari pemilik pohon harus dipotong sesuai ukuran. Sebelum dibubut menyerupai  lingkaran, dibentuk persegi  empat dulu.

Loading...

“Jumlah karyawan 10 orang,” katanya.  Ipung mengaku, selama sepekan bisa mengirim 15 hingga 20 buah kerangka kendang ke Bali. Permintaan kerangka kendang itu sebenarnya cukup tinggi. “Hampir  semua perajin kendang Bali itu pesan ke Banyuwangi,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Curtin University-Unair Telusuri Jejak Sejarah Inggrisan Banyuwangi dengan Broome Australia