sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) terus menunjukkan progres positif.
Tol yang menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Jawa ini digadang-gadang akan menjadi titik akhir ruas tol di ujung timur Pulau Jawa, sekaligus memperkuat konektivitas dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Tol Prosiwangi merupakan kelanjutan dari ruas tol Surabaya–Probolinggo dan memiliki total panjang mencapai 171,516 kilometer.
Proyek strategis ini dirancang dengan masa konsesi selama 35 tahun dan total investasi yang diperkirakan mencapai Rp23,3 triliun.
Jika seluruh ruas telah terbangun dan beroperasi penuh, keberadaan Tol Prosiwangi diyakini akan semakin mempermudah mobilitas orang, barang, dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi.
Tujuh Seksi Tol Prosiwangi
Dalam perencanaannya, pembangunan Tol Prosiwangi dibagi menjadi tujuh seksi, yakni:
- Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 km
- Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,2 km
- Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,6 km
- Seksi 4 Besuki–Situbondo sepanjang 43,3 km
- Seksi 5 Situbondo–Asembagus sepanjang 16,76 km
- Seksi 6 Asembagus–Bajulmati sepanjang 37,45 km
- Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,21 km
Dari tujuh seksi tersebut, Seksi 1 dan Seksi 2 telah lebih dahulu difungsionalkan secara terbatas pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Sementara itu, Seksi 3 masih dalam tahap penyelesaian konstruksi, dan Seksi 4 hingga Seksi 7 masih belum memasuki tahap pembangunan.
Seksi Gending–Paiton Sempat Difungsionalkan Saat Nataru
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Tol Prosiwangi, khususnya pada segmen Gending–Paiton–Besuki, menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.
Ia menjelaskan, ruas Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2, dari Gending hingga Paiton, sempat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat libur Nataru 2025–2026.
“Tol Probowangi Segmen Gending–Paiton progresnya cukup positif ya, karena sudah kami fungsionalkan saat Nataru 2025–2026. Setelah Nataru, ruas tersebut kami tutup kembali untuk memenuhi persyaratan operasional secara penuh,” kata Wilan, Jumat (9/1/2026).
Penutupan kembali ruas tersebut dilakukan guna menyempurnakan berbagai aspek teknis, keselamatan, serta kelengkapan infrastruktur agar memenuhi standar operasional sebelum dibuka secara permanen.
Progres Seksi Paiton–Besuki Capai 92 Persen
Sementara itu, untuk Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton–Besuki, pembangunan masih terus berlanjut dan kini telah memasuki tahap akhir. BPJT mencatat progres konstruksi segmen ini telah mencapai 92,24 persen.
“Saat ini, progres pembangunan Tol Prosiwangi Segmen Paiton–Besuki telah mencapai 92,24 persen,” ungkap Wilan.
Page 2
Dengan capaian tersebut, BPJT optimistis ruas Paiton–Besuki dapat segera dirampungkan dalam waktu dekat.
Saat ini, proses yang tengah berjalan adalah pra-Provisional Hand Over (pra-PHO) sebagai tahapan awal sebelum serah terima pekerjaan.
Target Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026
Seiring progres yang kian mendekati 100 persen, BPJT menargetkan Tol Prosiwangi ruas Paiton–Besuki dapat kembali difungsionalkan pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Jika target ini tercapai, maka ruas tol yang dapat dilalui pemudik akan membentang dari Gending hingga Besuki.
“Tol Probowangi Segmen Paiton–Besuki direncanakan dapat difungsionalkan pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Jadi dari Gending hingga Besuki,” jelas Wilan.
Ia menambahkan, proses PHO ditargetkan dapat dilakukan sebelum Ramadan 2026, sehingga ruas tersebut diharapkan benar-benar siap digunakan untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada puncak arus Lebaran.
Ujung Timur Tol Trans Jawa
Tol Prosiwangi nantinya akan menjadi titik akhir jaringan Jalan Tol Trans Jawa, yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa secara terintegrasi.
Kehadiran tol ini tidak hanya memangkas waktu tempuh perjalanan jarak jauh, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan kawasan industri, pariwisata, dan logistik di wilayah Tapal Kuda hingga Banyuwangi.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan tren positif, pemerintah berharap Tol Prosiwangi dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur bagian timur. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) terus menunjukkan progres positif.
Tol yang menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Jawa ini digadang-gadang akan menjadi titik akhir ruas tol di ujung timur Pulau Jawa, sekaligus memperkuat konektivitas dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Tol Prosiwangi merupakan kelanjutan dari ruas tol Surabaya–Probolinggo dan memiliki total panjang mencapai 171,516 kilometer.
Proyek strategis ini dirancang dengan masa konsesi selama 35 tahun dan total investasi yang diperkirakan mencapai Rp23,3 triliun.
Jika seluruh ruas telah terbangun dan beroperasi penuh, keberadaan Tol Prosiwangi diyakini akan semakin mempermudah mobilitas orang, barang, dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi.
Tujuh Seksi Tol Prosiwangi
Dalam perencanaannya, pembangunan Tol Prosiwangi dibagi menjadi tujuh seksi, yakni:
- Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 km
- Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,2 km
- Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,6 km
- Seksi 4 Besuki–Situbondo sepanjang 43,3 km
- Seksi 5 Situbondo–Asembagus sepanjang 16,76 km
- Seksi 6 Asembagus–Bajulmati sepanjang 37,45 km
- Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,21 km
Dari tujuh seksi tersebut, Seksi 1 dan Seksi 2 telah lebih dahulu difungsionalkan secara terbatas pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Sementara itu, Seksi 3 masih dalam tahap penyelesaian konstruksi, dan Seksi 4 hingga Seksi 7 masih belum memasuki tahap pembangunan.
Seksi Gending–Paiton Sempat Difungsionalkan Saat Nataru
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Tol Prosiwangi, khususnya pada segmen Gending–Paiton–Besuki, menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.
Ia menjelaskan, ruas Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2, dari Gending hingga Paiton, sempat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat libur Nataru 2025–2026.
“Tol Probowangi Segmen Gending–Paiton progresnya cukup positif ya, karena sudah kami fungsionalkan saat Nataru 2025–2026. Setelah Nataru, ruas tersebut kami tutup kembali untuk memenuhi persyaratan operasional secara penuh,” kata Wilan, Jumat (9/1/2026).
Penutupan kembali ruas tersebut dilakukan guna menyempurnakan berbagai aspek teknis, keselamatan, serta kelengkapan infrastruktur agar memenuhi standar operasional sebelum dibuka secara permanen.
Progres Seksi Paiton–Besuki Capai 92 Persen
Sementara itu, untuk Tol Prosiwangi Seksi 3 Paiton–Besuki, pembangunan masih terus berlanjut dan kini telah memasuki tahap akhir. BPJT mencatat progres konstruksi segmen ini telah mencapai 92,24 persen.
“Saat ini, progres pembangunan Tol Prosiwangi Segmen Paiton–Besuki telah mencapai 92,24 persen,” ungkap Wilan.







