Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Kerugian Jalan Rusak Rp 1,65 M

kerugianBANYUWANGI- Guyuran hujan dan cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini ternyata menghancurkan puluhan kilometer infrastruktur jalan di Banyuwangi. Hingga kemarin (29/1), berdasar data sementara di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, jalan rusak akibat hujan mencapai 80 kilometer (Km). Kerugian akibat jalan rusak itu ditaksir sekitar Rp 1,65 miliar. “Data panjang jalan yang rusak dan nilai kerugiannya sifatnya ma sih sementara. Kerugian Rp 1,65 miliar itu per hari ini (kemarin, red),” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mudjiono.

Menurut Mudjiono, kerusakan jalan sepanjang itu tersebar hampir di seluruh pen juru Banyuwangi. Namun demikian, pen dataan jalan rusak itu belum merata di semua kecamatan. Pendataan baru dilak ukan di jalan poros nasional. Dari 80 km jalan rusak itu, sepanjang 30 km ada di Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya. Ke rugian akibat jalan rusak di seputar kota saja mencapai Rp 150 juta. Yang 50 km berlokasi di beberapa kecamatan dengan nilai . ker ugian mencapai Rp 1,5 miliar Jika hujan ekstrem terus berlanjut, kemungkinan besar panjang kerusakan dan nilai kerugian akan terus bertambah.

Kerusakan jalan akibat hujan, kata Mudjiono, kond isinya mencapai 30 persen. Sebelum turun hujan, kerusakan jalan hanya 10 persen Yang awalnya hanya retak, kena hujan, aspal langsung terkelupas dan membentuk kubangan,” ungkap Mudjiono. Perbaikan jalan rusak se panjang 30 km di kota Banyuwangi paling tidak membutuhkan anggaran sekitar Rp 80 hingga Rp 100 juta. Kerusakan sepanjang 50 km di beberapa kecamatan membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Nominal anggaran perbaikan itu, jelas Mudjiono, adalah estimasi kerusakan jalan sampai hari ini. Jika kerusakan jalan bertambah, maka anggaran perbaikan akan bertambah besar.

Pemulusan kembali jalan yang rusak, lanjut Mudjiono, tidak mungkin dilakukan saat ini. Penyebabnya, anggaran perbaikan baru bisa turun setelah proses tender selesai. Dinas PU Bina Marga mengaku tidak pernah berdiam diri terhadap kerusakan jalan itu. Pihaknya sudah melakukan langkah-langkah preventif, yaitu perbaikan darurat, agar hak-hak masyarakat tetap terpenuhi. Langkah preventif yang dilakukan Dinas PU Bina Marga adalah melakukan tambal-sulam. Beberapa ruas jalan rusak dan berlubang sudah ditambal.

Itu dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Tambal-sulam dimulai dari pusat kota Banyuwangi. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan kebeberapa kecamatan lain. “Perbaikan sudah kita mulai empat hari lalu. Fokus pertama adalah jalan dalam kota,” jelasnya. Mudjiono meminta pengertian masyarakat kalau tambal- sulam itu belum bisa memuluskan jalan. Sebab, tambal sulam itu sifatnya hanya darurat agar kerusakan jalan tidak tambah parah. “Jalan rusak karena cuaca hujan ekstrem,” katanya.

Kerusakan jalan yang baru di bangun 2012 lalu masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana. Karena itu, para rekanan yang mengerjakan proyek jalan tahun 2012 agar segera melakukan pengecekan. Jika terjadi kerusakan, Mudjiono minta rekanan segera memperbaikinya. “Ha sil pendataan kita, ada beberapa proyek jalan 2012 yang mengalami kerusakan akibat hujan. Kita minta segera di perbaiki,” katanya. (radar)