Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Konfercab XVI NU Banyuwangi, Ini 3 Nama yang Berpeluang Jadi Ketua

konfercab-xvi-nu-banyuwangi,-ini-3-nama-yang-berpeluang-jadi-ketua
Konfercab XVI NU Banyuwangi, Ini 3 Nama yang Berpeluang Jadi Ketua

detik.com

Banyuwangi

Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi mulai mengerucutkan nama-nama calon pimpinan cabang. Dari sejumlah nama yang sempat mencuat, kini tersisa tiga tokoh yang berpeluang mengisi kursi Ketua Tanfidziyah PC NU Banyuwangi.

Konfercab XVI NU Banyuwangi digelar sejak pukul 13.00 WIB di Universitas Mukhtar Syafaat (UIMSYA), Banyuwangi. Kegiatan tersebut dihadiri 25 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang memiliki hak suara mewakili seluruh ranting se-Kabupaten Banyuwangi.

Setelah melalui pembahasan tata tertib, peserta konfercab menyepakati sejumlah ketentuan pencalonan pada pukul 18.00 WIB. Salah satu syarat utama bagi bakal calon Ketua Tanfidziyah PC NU Banyuwangi adalah kepemilikan sertifikat dan kelulusan Pendidikan Menengah Kepemimpinan (PMK) NU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dalam pembahasan tatib tadi sempat ada perdebatan terkait syarat krusial bagi bakal calon ini salah satunya harus memenuhi syarat PMK. Dari perdebatan itu disepakati PMK tetap ada karena Jatim juga masuk klaster A sesuai ADART bahwa PMK itu diperlukan,” terang ketua MWC NU Srono, Bisri Mustofa, Rabu (7/1/2026).

Ketentuan PMK tersebut tetap disyaratkan lantaran tidak ditemukan klausul untuk menurunkan downgrade dengan meniadakan syarat PMK tersebut. Setelah itu, ada syarat utama yang wajib dimiliki bakal calon adalah mendapat dukungan minimal 30% dari MWC atau sebanyak 9 MWC.

“Batas seseorang menjadi calon adalah mensyaratkan mendapat dukungan 30% pemilih atau minimal 9 MWC,” kata Bisri.

Hal senda disampaikan oleh ketua MWC Kalibaru Aksan, menurutnya dari hasil tatib yang telah disepakati bersama syarat-syarat tersebut mendegradasi sejumlah nama yang sebelumnya telah muncul sebelum konfercab digelar.

“Sudah selesai tadi tatibnya dan sudah disepakati, dari situ beberapa nama yang sempat muncul mulai mengerucut,” tegas Aksan.

Ada sekitar 5 hingga 7 nama yang sempat mencuat pada bursa Konfercab XVI NU Banyuwangi, namun mengerucut pada 3 nama di antaranya Ahmad Munib Syafaat yang juga rektor UIMSYA, Ahmad Turmudi yang menjabat sebagai Kepala Desa Tegalarum Kecamatan Sempu dan Saeroji, kader NU yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyuwangi. Dari ketiga nama tersebut, hanya Ahmad Turmudi dan Saeroji yang mengantongi sertifikat PMK.

20D

(auh/abq)