Koppiwangi, Komunitas Medsos Yang Peduli Pendidikan

0
288

anggota-komunitas-peduli-pendidikan-banyuwangi-koppiwangi-menggelar-aksi-sosial-di-bidang-pendidikan-sebulan-sekali-ke-sekolah-sekolah


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bikin Album, Hasilnya untuk Membantu Pelajar tak Mampu

PULUHAN anggota Koppiwangi ini awalnya terkumpul dari sebuah pertemanan di Facebook. Sekian lama melakukan perbincangan di dunia maya, akhirnya anggota sebuah grup di Facebook itu berinsiatif bertemu alias “kopi darat”.

Meski sudah lama melakukan pertemanan di dunia maya, tapi anggota Koppiwangi belum pernah sama sekali bertemu secara langsung. Di awal-awal pertemuan saat melakukan “kopi darat”, para anggota hanya sekadar kumpul dan gesah ngalor-ngidul atau  lebih tepatnya sekadar basa-basi.

Tidak mau pertemanan yang sudah terjalin lama itu sia-sia tanpa manfaat, akhirnya tercetus sebuah pemikiran agar sekumpulan orang dari berbagai daerah di Banyuwangi itu membentuk sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosialdan pendidikan. Bidang itu dipilih karena masih banyak masalah yang menyangkut dunia pendidikan.

Misalnya, banyak anak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Banyak pula pelajar yang masih kesulitan membayar biaya sekolah atau kesulitan menyediakan prasarana sekolah. Namun, kesepakatan awal, Koppiwangi hanya membantu  pelajar yang duduk di bangku  TK, SD/MI, dan SMP/MTs.

Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa santunan uang melainkan juga berupa barang, misalnya seragam sekolah, sepatu, dan alat tulis. Santunan yang diberikan selain didapat dari anggota yang melakukan iuran, juga didapat dari beberapa donatur yang peduli pendidikan Banyuwangi.

Tidak hanya sekadar sumbangan dari anggota dan donatur secara langsung, saat ini Koppiwangi telah bekerja sama dengan salah satu produser lagu kendang kempul untuk membuat album lagu. Sebagian dari hasil penjualan album lagu kendang kempul itu menjadi sumber dana yang disalurkan kepada para pelajar yang kurang mampu.

”Kebetulan produser lagunya anggota Koppiwangi, jadi 20 persen dari penjualan kaset langsung disumbangkan kepada  kami untuk disalurkan kepada yang berhak,” kata Ketua Koppiwangi, Mujiono. Aksi sosial yang dilakukan tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa dana dan barang.

Aksi mereka yang rutin dilakukan sebulan sekali itu juga berupa upaya motivasi anak-anak agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya.”Kita rutin ke sekolah di pelosok kampung dan mendatangkan narasumber untuk memberikan  motivator agar mereka tetap semangat sekolah meski dengan  segala keterbatasan,” kata Mujiono.

Selain memberikan bantuan kepada anak-anak di pelosok yang kurang mampu, saat ini Koppiwangi sudah memiliki 15 anak asuh yang rutin mendapat bantuan setiap bulan. Bantuannya juga sama,tidak hanya sekadar berupa uang tunai, bantuan juga berupa bajuseragam dan alat-alat sekolah lain.

”Anak asuh kita ada juga yang  berasal dari SDLB,” kata pria yang  saat ini menempuh pendidikan profesi advokat itu. Di usia yang sudah satu tahun, ke depan Koppiwangi memiliki  tujuan mulia. Tidak hanya sekadar sebagai penyumbang donasian pemberi motivasi di dunia pendidikan anak-anak, ke depan Koppiwangi ingin menjadi sebuah lembaga bantuan hukum (LBH) di bidang pendidikan yang bisa menjadi pendamping para pelajar saat terjerat masalah hukum serta masalah sosial lain.

Seperti diketahui, di lapangan banyak sekali anak yang memilih putus sekolah karena terjerat masalah hukum. Padahal, pendidikan adalah hak seluruh warganegara tanpa mengenal status. Nah, dalam hal ini Koppiwangi ingin sekali hadir sebagai motivator  bagi anak-anak tersebut agar tetap semangat melanjutkan pendidikan  meski terjerat masalah hukum.

”Selain tindak kriminal, banyak juga pelajar yang putus sekolah  karena hamil. Padahal, sekolah  itu wajib. Kita ingin hadir untuk memberikan motivasi bagi mereka. Bila perlu kita ingin menjadi  pendamping mereka kalau mereka terjerat masalah hukum,” pungkas Mujiono. (radar)

Loading...