Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Antrean Truk Menuju Pelabuhan Tanjungwangi masih Terjadi, Penyeberangan ke Lombok Tersendat

antrean-truk-menuju-pelabuhan-tanjungwangi-masih-terjadi,-penyeberangan-ke-lombok-tersendat
Antrean Truk Menuju Pelabuhan Tanjungwangi masih Terjadi, Penyeberangan ke Lombok Tersendat

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Antrean truk besar menuju Pelabuhan Tanjungwangi masih terjadi. Meski tidak sampai terjadi kemacetan, deretan truk terlihat antre di pinggir jalan, Senin sore (23/2).

Antrean bergerombol tersebut sampai depan SPBU Kapuran, Ketapang.

 Meski sudah terurai, macet panjang bisa sewaktu-waktu kembali terjadi terutama saat ada pengurangan jumlah kapal yang beroperasi di Tanjungwangi.

Kondisi arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Tanjungwangi, Senin (23/2), tampak lancar.

WhatsApp-Image-2026-02-20-at-163137-3232

Meski masih cukup banyak truk logistik yang diparkir di badan jalan, namun arus lalu lintas sudah bisa berjalan dua sisi.

Berbeda dengan dua hari sebelumnya saat petugas Dishub dan Satlantas Polresta Banyuwangi harus melakukan sistem buka tutup.

“Sudah mulai lancar sejak pagi. Yang terpenting kapal yang beroperasi bisa kembali normal, jadi tidak ada antrean di luar,” kata Kasatlantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady,

Dari informasi di lapangan, ada dua faktor yang membuat kepadatan terjadi di jalur menuju pelabuhan.

Selain faktor berkurangnya jumlah kapal yang menimbulkan antrean kendaraan. Tata cara pembayaran tiket kapal disebut menjadi faktor lain yang menimbulkan kepadatan.

Berbeda dengan sistem pembayaran di pelabuhan ASDP Ketapang yang menggunakan sistem online, pembayaran di lintasan Tanjungwangi-Gilimas dilakukan secara offline melalui agen tiket.

Mayoritas truk yang akan menyeberang harus masuk ke Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) di depan kantor Pelindo untuk membeli tiket. Sebelum akhirnya bisa masuk ke area pelabuhan Tanjungwangi.

“Truk dari utara harus masuk dulu ke RTK, saat masuk ini biasanya menimbulkan kepadatan. Karena truk harus menyebernag jalan. Kemudian dari RTK masuk ke Pelabuhan juga menyeberangan jalan, dan akhirnya kembali menimbulkan kepadatan. Ini yang membuat jalur macet,” ujar salah seorang kernet truk, Rofik.

General Manager PT Pelindo Tanjungwangi Eko Budyasmoro mengatakan, pihaknya terus berkordinasi dengan stakeholder pelabuhan untuk meminimalisir kepadatan serupa terjadi.


Page 2

Saat ini ada tiga armada kapal yang melayani rute Tanjungwangi-Gili Mas sudah kembali beroperasi. Sehingga antrean truk yang sebelumnya tertahan kini bisa mulai normal.

“Kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Dari pantauan CCTV hari ini, area dalam pelabuhan mulai kosong. Penambahan kapal ini langsung berdampak,” kata Eko

Dia menambahkan, kemacetan sebelumnya dipicu oleh kendala operasional beberapa kapal yang tidak beroperasi beberapa hari.

Namun, Minggu kemarin (22/2), satu kapal yaitu KMP Mutiara Sentosa III sudah kembali ke lintasan bersama dengan KMP Mutiara Barat dan KMP Mutiara Ferindo.

Penambahan  kapal tersebut menjadi solusi utama mengurai antrean kendaraan, khususnya truk logistik rute Tanjungwangi–Gilimas.

“Kapal sudah bertambah, jadi distribusi muatan lebih lancar. Mudah-mudahan jadwal bisa konsisten ke depan,” terangnya.

Terkait masalah kantong parkir, pihaknya tengah menyiapkan opsi membuka RTK di depan kantor Pelindo. Namun hingga kini lokasi tersebit masih belum siap unuk digunakan.

“Kita berharap lokasi itu bisa berfungsi sebelum hari raya. Selain itu kita juga mendorong agar empat kapal yang beroperasi di rute Tanjungwangi-Gili Mas bisa beroperasi sebelum musim mudik. Kita masih menunggu satu kapal lagi yang baru selesai docking,” tandasnya. (fre/aif)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Antrean truk besar menuju Pelabuhan Tanjungwangi masih terjadi. Meski tidak sampai terjadi kemacetan, deretan truk terlihat antre di pinggir jalan, Senin sore (23/2).

Antrean bergerombol tersebut sampai depan SPBU Kapuran, Ketapang.

 Meski sudah terurai, macet panjang bisa sewaktu-waktu kembali terjadi terutama saat ada pengurangan jumlah kapal yang beroperasi di Tanjungwangi.

Kondisi arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Tanjungwangi, Senin (23/2), tampak lancar.

WhatsApp-Image-2026-02-20-at-163137-3232

Meski masih cukup banyak truk logistik yang diparkir di badan jalan, namun arus lalu lintas sudah bisa berjalan dua sisi.

Berbeda dengan dua hari sebelumnya saat petugas Dishub dan Satlantas Polresta Banyuwangi harus melakukan sistem buka tutup.

“Sudah mulai lancar sejak pagi. Yang terpenting kapal yang beroperasi bisa kembali normal, jadi tidak ada antrean di luar,” kata Kasatlantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady,

Dari informasi di lapangan, ada dua faktor yang membuat kepadatan terjadi di jalur menuju pelabuhan.

Selain faktor berkurangnya jumlah kapal yang menimbulkan antrean kendaraan. Tata cara pembayaran tiket kapal disebut menjadi faktor lain yang menimbulkan kepadatan.

Berbeda dengan sistem pembayaran di pelabuhan ASDP Ketapang yang menggunakan sistem online, pembayaran di lintasan Tanjungwangi-Gilimas dilakukan secara offline melalui agen tiket.

Mayoritas truk yang akan menyeberang harus masuk ke Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) di depan kantor Pelindo untuk membeli tiket. Sebelum akhirnya bisa masuk ke area pelabuhan Tanjungwangi.

“Truk dari utara harus masuk dulu ke RTK, saat masuk ini biasanya menimbulkan kepadatan. Karena truk harus menyebernag jalan. Kemudian dari RTK masuk ke Pelabuhan juga menyeberangan jalan, dan akhirnya kembali menimbulkan kepadatan. Ini yang membuat jalur macet,” ujar salah seorang kernet truk, Rofik.

General Manager PT Pelindo Tanjungwangi Eko Budyasmoro mengatakan, pihaknya terus berkordinasi dengan stakeholder pelabuhan untuk meminimalisir kepadatan serupa terjadi.