Kucek Mata di Hari Pertama

0
199
TELAT: Siswi berlari di halaman SMAN 1 Banyuwangi pukul 06.04 kemarin.

BANYUWANGI – Berakhir sudah masa liburan panjang sekolah di Banyuwangi. Seluruh pelajar kembali masuk sekolah sejak pagi kemarin (9/7). Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, para siswa masih tampak ogah-ogahan belajar di hari pertama tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain pelajaran belum berlangsung optimal, para siswa yang baru masuk sekolah dasar (SD) juga masih perlu penyesuaian. Seperti yang berlangsung di SDN Model Banyuwangi. Hampir seluruh siswa kelas 1 masih diantar orang tua masing-masing. Begitu datang pagi itu, pembagian kelas belum berlangsung.

“Pagi ini memang kegiatannya baru pembagian kelas. Tapi anak-anak terlihat sangat antusias masuk sekolah,” ujar AS Wahono, 41, salah satu wali murid baru sekolah itu. Pemandangan yang sama juga terlihat di hampir seluruh SD di Kota Gandrung. Para orang tua masih mengantar anak- nya yang baru masuk SD. Selain itu, beberapa anak masih tampak mengantuk saat masuk kelas.

Ada juga yang terlihat menguap, dan ada yang mengucek-ucek mata. Sementara itu, siswa baru tingkat SMP dan SMA sederajat sibuk menjalani masa orientasi siswa (MOS). Kegiatan yang ber tujuan mengenalkan tata ter tib dan lingkungan sekolah ini sedianya akan berlangsung hing ga Rabu besok (11/7).

Di beberapa sekolah, para calon siswa baru antusias menjalani MOS hari pertama. Bahkan, sebagian siswa sudah terlihat memasuki areal sekolah masing- masing sejak pukul 06.00. Tak lagi tampak atribut nyeleneh seperti topi kerucut, kalung tali plastik, dan atribut tidak lazim lain, pada MOS kali ini.

BARU: Beberapa siswa kelas 1 menggigit jari saat temannya mengacungkan tangan di SDN 4 Pengajuran Banyuwangi kemarin.| NGANTUK: Siswi kelas 1 mengucek mata.

Beberapa siswa hanya mengenakan tanda pengenal ber tuliskan nama dan asal sekolah masing-masing. Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi memang tidak menoleransi sekolah yang melakukan praktik perpeloncoan. “Jangan sampai ada perpeloncoan. Peserta MOS juga tidak boleh diperintah mengenakan aksesori nyeleneh,” ujar Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono, kemarin.

Sulihtiyono mengatakan, inti kegiatan MOS adalah pengenalan lingkungan sekolah. Pihak sekolah wajib membekali calon siswa baru tentang kedisiplinan dan pendidikan karakter. “Pembekalan tentang tata-tertib lalu-lintas, anti narkoba, dan pencegahan HIV/ AIDS juga bisa dilakukan saat MOS,” terangnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya praktik perpeloncoan, tim Dispendik disebar untuk melakukan monitoring ke sekolah- sekolah. “Hari ini (ke marin, Red) tim kami keliling ke sekolah- sekolah. Jika ditemukan ada yang melakukan per peloncoan, akan kita luruskan,” pungkas Sulihtiyono. (radar)

Loading...