Kunker Lagi Kunker Lagi

0
169

Dewan Sudah 18 Kali ke Luar Kota


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Banyuwangi seakan tiada habisnya. Sejak Januari hingga pekan kedua Agustus 2012 ini, para wakil rakyat yang terhormat itu sudah melakukan kunker ke luar daerah sebanyak 18 kali. Yang terbaru, para legislator Bumi Blambangan tersebut melakukan kunker ke beberapa kota di Jawa Timur (Jatim).

Sejak Selasa lalu (7/8), anggota Komisi II dan Komisi IV DPRD Banyuwangi sudah bertolak ke masing- masing kota tujuan. Rencananya, kunker tersebut dilaksanakan selama dua hari. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangimenyebutkan, Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo menjadi tujuan kunker para anggota Komisi II DPRD kali ini.

Komisi IV DPRD menjalani kunker ke Lamongan dan Gresik. Hari ini (9/8), anggota dewan yang mengadakan kunker tersebut dijadwalkan sudah kembali ke Banyuwangi. Di Pasuruan, para anggota Komisi II akan mempelajari usaha kecil menengah (UKM), khususnya UKM yang bergerak di bidang konveksi. Dalam kunjungan ke Probolinggo, para anggota komisi yang diketuai Ismoko ter-sebut melakukan studi ban-ding tentang budi daya sapi perah.

Sebab, saat ini Pemkab Banyuwangi sedang meng ga-lakkan budi daya sapi perah. Sementara itu, kunker yang di-jalani anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi ke Lamonga n ber tujuan mempelajari ma-sa lah lingkungan hidup dan pe ngelolaan sampah. Setelah sehari berada di Lamongan, ang gota Komisi IV meluncur ke Gresik untuk menimba ilmu tentang jalan raya.

Dikonfirmasi viatelepon ke-ma rin (8/8), Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam, mengakui dirinya dan anggota komisi bidang pembangunan itu tengah menjalani kunker. Menurut dia, Lamongan me mang layak dijadikan acuan dalam mengelola sampah dan lingkungan hidup. “Sejak tahun 1997 sampai sekarang, Lamongan selalu memperoleh penghargaan Adipura,” ujarnya.

Setelah sehari menimba pengetahuan di Lamongan, rombongan Komisi IV melanjutkan kun ker ke Gresik kemarin (8/8). Menurut Zainal Arifin, sa lah satu permasalahan yang menonjol di Banyuwangi adalah ke rusakan jalan. Nah, karena Gre sik kerap mendapatkan anggaran dari provinsi dan dari pemerintah pusat, maka komisi yang dipimpinnya belajar ke sana.

Menurut Zainal, wilayah Banyuwangi sangat luas di Jatim. Hal itu mengakibatkan ruas jalan di Banyuwangi men jadi sangat panjang, yak ni sekitar 2.600 Kilometer (Km). Padahal, panjang ja lan ka bupaten di Gresik hanya sekitar 600 Kilometer. Anehnya, Gre sik justru kerap mendapat ang garan perbaikan jalan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Kita ingin ngangsu kaweruh (menimba pengetahuan) di Gresik agar permasalahan jalan rusak di Banyuwangi segera ter selesaikan.

Kita ingin Banyuwangi semakin baik,” ungkapnya. S eper ti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Banyuwangi melakukan kunker ke-17 pada akhir bulan lalu (22/7). Dengan kemasan konsultasi, sebanyak 21 anggota pa nitia khusus (pansus) pajak dan reklame kembali berangkat ke Jakarta. “Agendanya adalah kon sultasi. Kalau tidak salah ke Kemendagri dan Kemenkeu,” ujar Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi, Totok Sugiarto, beberapa wak tu lalu. (radar)

Loading...