LH Sebut Pencemaran dari Pabrik Gula

0
1489


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG-Pencemaran air sungai yang kini dirasakan oleh masyarakat di lima kecamatan, yakni Kecamatan Tegalsari, Bangorejo, Gambiran, Cluring, dan Muncar, diduga kuat dari Industri Gula Glenmore (IGG). Air sungai yang tercemar mulai dari daerah irigasi (DI) Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, itu  kini tengah ditangani oleh Dinas Lingkungan  Hidup (LH) Kabupaten Banyuwangi.

“Kami sudah mengambil langkah-langkah terkait keresahan warga itu,” cetus Kepala Dinas LH Kepala Dinas  LH Kabupaten Banyuwangi, Husnul Chotimah kemarin (30/12). Husnul mengaku sejak ada pencemaran di sungai  yang diduga dari limbah pabrik gula dari Industri Gula Glenmore (IGG) pada Oktober 2016, pihaknya  langsung turun ke lokasi untuk mengambil sampel air mulai dari lokasi pembuangan limbah PT. IGG  hingga ke sejumlah sungai.

“Kita sudah pernah ambil sampel,” katanya. Setelah dilakukan uji laboratorium, terang dia, air  limbah yang diambil dari PT. IGG itu menyebutkan Biological Oxygen Demand (BOD), atau parameter  pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan, itu baku mutunya 60 miligram per liter. Tapi dari hasil uji laboratorium, ini mencapai 63,93 miligram per liter.

“Jadi BOD kelebihan,” terangnya. Begitu juga dengan Chemical  Oxygen Demand (COD), jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last